DETIKDATA, KUPANG – YAKKUM Emergency Unit (YEU) bekerja sama dengan mitranya, HelpAge Internasional (HA) mengadakan pelatihan Humanitarian Insclution Standards (HIS) di Aula Pertemuan, Hotel Amaris, Kota Kupang, NTT. Rabu (09/06/21).
Pantauan detikdata.com, kegiatan melibatkan 33 peserta dari berbagai lembaga diantaranya, BPBD Provinsi NTT, BPBD Kabupaten Kupang, BPBD Kota Kupang, Dinas Sosial NTT, Dinas Sosial Kabupaten Kupang, Dinas Sosial Kota Kupang, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, Forum PRBT NTT, Forum PRB Kota Kupang, Forum PRB Kabupaten Kupang, SINODE GMIT dan organisasi Disabilitas seperti Persani, Pertuni, Permata, CIS Timor, Yayasan Tanpa Batas Provinsi NTT, APDIS Provinsi NTT, JAKOMKRIS Provinsi NTT, YEU NTT, serta berbagai lembaga yang terlibat langsung dalam respon bencana Badai Seroja.
Emergency Coodinator YEU untuk NTT, Arnice Ajawaila menyampaikan tujuan dari pelatihan.
“Adapun tujuan dari kegiatan ini antara lain, memberikan dan menguatkan pemahaman bersama terkait standar layanan kemanusiaan yang inklusi, layanan yang memmartabatkan, memberikan harapan dan memberdayakan masyarakat, baik dalam situasi bencana maupun tidak; Sebagai ruang untuk berbagi dan saling menguatkan, berkaitan praktek pembelajaran dan pengalaman layanan kemanusiaan yang dilakukan; Meningkatkan kualitas layanan kemanusiaan yang dilakukan, baik oleh YEU sebagai lembaga pembelajar dan maupun mitra terkait lainnya yang ada di kota/kabupaten Kupang,” jelas Fasilitator Pelatihan HIS tersebut.
Arnice Ajawaila juga mengungkap hasil yang diharapkan dari kegiatan ini.
“Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini seperti, dapat tersampaikan kepada peserta pelatihan materi pembelajaran terkait standar layanan inklusi, bagi masyarakat khususnya kelompok rentan; Peserta dapat saling berbagi pembelajaran dan pengalamannya dalam layanan kemanusiaan, sebagai bagian dari proses refleksi dan pembelajaran praktek baik HIS yang dilakukan; Peserta pelatihan mampu menjelaskan terkait nilai dan prinsip yang ada dalam komitmen Humanitarian Inclision Standars,” jelas Arnice.
Pantauan detikdata.com, kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan tatap muka langsung dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. (DD/YL)






