Panen Kacang Hijau Bersama Warga, Ini Harapan Wabup Sumba Tengah

DETIKDATA, WAITABULA – Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa, bersama warga melakukan panen kacang hijau di Anamangit Desa Cendana, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, NTT. Jumat (21/05/21).

Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Eman Jurumana, SH, Sekretaris Camat Mamboro Delviani Mbolu, SH, Kepala Desa Cendana, Yohanes Mbolu

“Kacang hijau yang dipanen diatas lahan seluas 20 hektar itu mulai ditanam pada bulan februari 2021 lalu yang dikerjakan oleh 8 kelompok tani di Desa Cendana. Adapun keseluruhan lahan di lokasi tersebut seluas 479 hektar, namun tidak semuanya optimal dikerjakan, melainkan hanya 20 hektar yang dikelola. Hal ini dikarenakan lokasi lahan yang cukup jauh dari pemukiman penduduk dengan jarak tempuh 5 km serta akses jalan yang belum memadai untuk bisa mencapai lokasi tersebut menjadi kendala lain yang menimbulkan sebagian masyarakat enggan untuk mengerjakan keseluruhan lahan tersebut,” jelas Yohanes Mbolu.

Wabup, Daniel Landa mengatakan wilayah anamangit ini terkenal akan potensi lahan yang subur dan sangat menjanjikan jika dioptimalkan dengan sebaik mungkin, disini tidak hanya kacang hijau saja yang dikembangkan tapi ada juga komoditi lain yaitu kacang tanah, kacang arab dan jambu mente.

“Kacang hijau merupakan salah satu komoditi pertanian unggulan yang banyak dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat karena memiliki daya ekonomis tinggi serta mempunyai kandungan gizi yang baik untuk pertumbuhan balita dan anak,” ucap Daniel.

Daniel Landa berharap agar kedepan kacang hijau yang dipanen tidak hanya untuk dikonsumsi, namun dapat dipasarkan keluar Kabupaten Sumba Tengah.

“Kacang hijau yang dipanen saat ini merupakan komoditi unggulan pertanian. Oleh karena itu jangan sekedar untuk kita konsumsi saja, akan tetapi dikemas menjadi menarik untuk bisa dipasarkan keluar Kabupaten Sumba Tengah,” harap Daniel.

Tambah Daniel Landa, kedepan harus ada target luasan berapa hektar disetiap lahan yang ditanami komoditi pertanian sehingga bisa diketahui berapa ton hasil yang diperoleh. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan semangat dan motivasi kelompok tani untuk terus mengusahakan lahan pertanian yang ada.

“Saya mengapresiasi atas upaya kerja keras yang sudah dilakukan oleh kelompok tani disini melalui pengolahan dan pengembangan lahan pertanian yang ada menjadi berguna dan bermanfaat bagi peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat,” pungkas Daniel. (DD/PK)