WARTA  

BEM STIKES Nusantara: Klarifikasi LLDIKTI XV Ngawur, Bahas KIP Bukan Inti Masalah

Dok. Istimewa

DETIKDATA.COM, KUPANG – Badan Eksekutif Mahasiswa STIKES Nusantara Kupang menilai klarifikasi Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka, tidak menjawab inti persoalan yang dipersoalkan mahasiswa.

Demikian disampaikan Ketua BEM STIKES Nusantara, Hendrik Rumihin, kepada media, Jumat (17/4/2026).

“Penjelasan Kepala LLDIKTI justru membias ke KIP, padahal itu tidak ada kaitannya dengan masalah yang kami angkat. Adrianus Amheka tidak jujur,” tegas Hendrik.

Hendrik menegaskan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) di STIKES Nusantara justru sangat membantu mahasiswa. “KIP di Stikes Nusantara sangat membantu kami. Tidak ada kerugian yang kami rasakan. Tidak ada pungli. Sehingga apa yang dikatakan Kepala LLDIKTI sangat tidak tepat dan ngawur,” ujarnya.

Menurut mahasiswa, seluruh proses administrasi dan pelaksanaan KIP berjalan sesuai ketentuan. Program itu disebut meringankan beban biaya pendidikan dan manfaatnya dirasakan langsung. Karena itu, mereka menilai dugaan adanya pungli di kampus tidak sesuai dengan kondisi yang dialami.

“Jangan pelintir persoalan dengan membawa-bawa KIP. Fokus pada masalah utama,” kata Hendrik.

Soal Utama: Dikeluarkan dari Grup WA

BEM tetap mempertanyakan sikap LLDIKTI terkait dikeluarkannya Ketua STIKES Nusantara, Albert Tulle, dari grup WhatsApp pimpinan perguruan tinggi se-NTT sebanyak tiga kali tanpa penjelasan resmi. Tindakan itu dinilai sebagai bentuk ketidakprofesionalan dalam komunikasi kelembagaan yang berdampak pada marwah institusi.

Mahasiswa juga menyoroti langkah LLDIKTI yang kemudian memasukkan kembali Ketua STIKES ke grup tanpa klarifikasi maupun permintaan maaf. Bagi BEM, sikap itu menunjukkan tidak adanya keseriusan menyelesaikan persoalan secara terbuka.

Selain itu, BEM menyinggung minimnya kehadiran LLDIKTI dalam agenda penting kampus, termasuk beberapa kali tidak hadir dalam kegiatan wisuda. Klarifikasi yang disampaikan dinilai hanya meredam situasi, bukan mengungkap fakta sebenarnya.

BEM STIKES Nusantara yang tergabung dalam BEM Nusantara memastikan akan menggelar aksi besar-besaran dalam waktu dekat. BEM menyatakan akan terus memantau kinerja dan kualitas pelayanan LLDIKTI Wilayah XV terhadap seluruh perguruan tinggi di NTT.

“Pendidikan bukan ruang kekuasaan. Pendidikan adalah ruang pengabdian yang harus dijaga dari kepentingan yang menyimpang,” ujar Hendrik. BEM menegaskan langkah ini bukan perlawanan terhadap LLDIKTI, melainkan upaya menjaga marwah pendidikan tinggi agar profesional, transparan, dan berkeadilan.

Mahasiswa memberi peringatan jika masih ditemukan praktik intimidasi, tindakan tidak profesional, atau kebijakan yang merugikan institusi, mereka tidak akan tinggal diam. “Perjuangan ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi keadilan pendidikan di NTT. Kita berharap seluruh pemangku kepentingan dapat membuka ruang dialog yang lebih transparan dan bertanggung jawab,” jelasnya.

“Selama penjelasan yang jujur dan menyeluruh belum diberikan, gelombang protes akan terus berlanjut,” tutup Hendrik.

Sebelumnya, mahasiswa telah melaporkan LLDIKTI Wilayah XV ke Ombudsman RI Perwakilan NTT atas dugaan tindakan tidak profesional. Hingga berita ini diturunkan, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka belum memberikan tanggapan atas pernyataan terbaru BEM. Redaksi terbuka untuk hak jawab.

Penulis: Gusty Editor: Bang Gusty