DETIKDATA, ENDE – Keputusan mundur Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Ende, Herman Yosef Wadhi, dari bursa pencalonan wakil bupati Ende dinilai menunjukan sikap negarawan dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.
Hal ini disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende, Margaretha Sigasare, kepada detikdata.com via WhatsApp. Sabtu (3/7).
“Keputusan politik yang diambil Hery Wadhi, mundur dari bursa calon Wakil Bupati Ende, menunjukan sikap kenegarawanan sebagai seorang politisi. Sebagai ketua partai ditingkat kabupaten, keputusan tersebut lebih mengutamakan kepentingan negara, bangsa, dan masyarakat Kabupaten Ende dari pada kepentingan pribadi. Sebagai kader dan pengurus partai kita tetap solit dan memberikan dukungan kepada Hery Wadhi untuk memimpin partai Golkar, dan mengembalikan golkar sebagai partai pemenang pemilu. Kami sangat yakin langkah politik yang diambil Hery Wadhi sangat positif bagi partai menyongsong pesta demokrasi baik pemilukada maupun pemilihan anggota legislatif,” kata Megy sapaan karibnya.
Megy berharap agar sikap negarawan ini dapat menjadi contoh positif bagi politisi di Kabupaten Ende.
“Sikap negarawan ini harus menjadi contoh yang baik bagi semua kader partai dan politisi di Kabupaten Ende,” harap Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Ende tersebut.
Megy menambahkan, mundurnya Hery Wadhi dari bursa calon wakil bupati Ende tersebut, menjadikan konsentrasi partai akan lebih fokus menyukseskan amanat partai Golkar. Konsolidasi menjadi faktor penting menyiapkan kader partai pada even politik dimasa mendatang.
“Sebagai kader partai yang ditugaskan di lembaga perwakilan rakyat Kabupaten Ende, kita konsen memperjuangkan amanat partai pasca pengunduran ketua partai Golkar, Hery Wadhi sebagai salah satu kandidat calon wakil Bupati Ende. Partai Golkar saat ini mengusung Dominikus Minggu Mere sebagai kandidat calon wakil bupati Ende. Langkah politik dengan membangun komunikasi ditingkat partai pengusung dan personal anggota DPRD Ende menjadi satu keharusan. Apapun hasilnya itulah keputusan politik dalam bingkai demokrasi. Sebagai politisi kita harus dewasa dalam melihat fenomena perpolitikan yang ada. Hari ini kita tidak bicara soal kedua kandidat dalam bursa calon wakil bupati, tetapi kita melihat kebutuhan yang lebih besar yang saat ini dibutuhkan masyarakat kabupaten Ende. Baik Domi Mere dan Erik Rede, keduanya kader terbaik yang saat ini kita miliki. Siapapun yang terpilih, itulah hasil dari proses demokrasi, dan kita harus berjiwa besar menerimanya. Yang terpenting bagi kami baik sebagai kader dan pengurus partai Golkar, tetap solit untuk mengamankan keputusan partai. Proses politik dalam bingkai demokrasi yang akan kita lalui bersama harus menempatkan kepentingan masyarakat, diatas kepentingan pribadi dan kelompok. Saat ini sosok wakil bupati sangat dibutuhkan untuk membantu bupati menangani berbagai persoalan yang terjadi di kabupaten Ende dan berbagai agenda kerja lainnya,” pungkas Megy Sigasare.
Informasi yang dihimpun detikdata.com, Hery Wadhi melalui surat pribadi yang dilayangkan kepada DPP Partai Golkar dan DPD I Golkar NTT, Kamis (1/7) Hery menyatakan mundur dari bursa pencalonan Wakil Bupati Ende dari Partai Golkar. (DD/YW)






