
DETIKDATA, Kefamenanu – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kefamenanu melakukan Ibadah Syukuran dengan tujuan dapat membangun peresekutuan antar sesama baik senior maupun anggota biasa dan juga agar dapat menemukan kembali motivasi dasar pembentukan organisasi.
Hal ini di sampaikan oleh Ketua panitia dies natalis Yohana A. Pay dalam membacakan laporan panitia pelaksanan dies natalis ke 9 di Student Center GMKI Kefamenanu pada jumat (18/12/2020) sekitaran pukul 21:20 wita
“Untuk membangun persekutuan antar sesama anggota gerakan (anggota biasa dan anggota luar biasa). Untuk dapat mengenang momentum perjuangan berdirinya GMKI Kefamenanu serta menemukan kembali motivasi dasar dari pembentukan organisasi dan juga Meningkatkan kreatifitas, menumbuhkan, mengembangkan semangat pergerakan mahasiswa” katanya.
Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Abeth K. Nomleni dalam pidatonya mengharapkan GMKI Kefamenanu dapat merefleksiskan diri dan dapat menjawab filosofi angka 9 yang di kumpulkan dalam bentuk huruf menjadi Indonesia.
“Dies Natalis yang ke 9 ini adalah kesempatan bagi kita untuk merefleksikan diri dengan mengoreksi kembali segala kekurangan. Ketidak adaan dihari sebelumnya untuk menyempurnakan, tentunya dengan bersama-sama memikul tanggung jawab secara merata dan sesuai dengan spiritualitas, integritas dan profesionalitas kita, semuanya itu merupakan catatan baik dan buruk yang kita lalui, semasa tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya” Katanya
Lanjutnya lagi “Dengan menjawab filosofi angka 9 yang dapat menyatukan beribu-ribu pulau, suku, agama dan ras hanya dengan angka 9 yang dikumpulkan dalam 9 huruf adalah Indonesia. Maka GMKI-Kefa juga harus bisa dapat mengumpulkan berbagai banyak suku, agama dan ras hanya dengan sebuah wadah perkumpulan belajar dan menjalankan Visi Misi organisasi. Untuk itu, kedepan marilah kita singsingkan lengan, kepalkan tangan, agar dapat terekspresikan lewat program-program kerja yang tentunya berdampak baik bagi kehidupan bersama dinegara yang kita pijak khususnya Kota Kefamenamu. Pada pidato DiesNatalis yg ke-9 tahun ini saya menyampaikan kepada setiap anggota, Pengurus Komisariat, dan Badan Pengurus Cabang agar harus bisa meningkatkan Spiritualitas, dan Integritas maka Roh-Roh GMKI akan nampak pada Profesionalitas kita” Kata Abet dalam Pidatonya.
Dan agar dapat melahirkan Visi GMKI di Bumi Bi’inmafo sebagai tanggung jawab besar GMKI Kefamenanu maka Abeth mangatakan akan terus melakukan 2 hal yakni Pengakderan dan Doktrin Organisasi.
“Tugas besar, Mewujudkan kedamaian, kesejahtraan, Perdamaian, Keadilan, dan Kebenaran di tengah-tengah bangsa telah di emban oleh GMKI-Kefamenamu sejak awal berdirinya. Melihat umur 9 tahun kita, dengan filosofi angka 9 adalah “Keberuntungan Masa Depan”. Untuk itu, saya coba menyampaikan dua hal pokok yang sangat penting untuk kita menunjukan ke umur yang ke-9 ini. Pertama dalam hal pengkaderan dan doktrinan organisasi, GMKI-Kefa memiliki nilai-nilai organisasi yang kuat dan mengakar, sehingga GMKI-Kefa dapat terus bertahan menghadapi tantangan zaman. Kedua GMKI-Kefa masih dibutuhkan oleh gereja, masyarakat, bangsa dan negara. Tugas besar GMKI-Kefa adalah Visi Misi organisasi, masih belum usai dan usang, justru semakin berat dan harus terus diperjuangkan”. Kata Abeth.
Acara syukuran dies natalis ke 9 di lakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19.
Kegiatan syukuran ini juga di hadiri kurang lebih oleh semua anggota GMKI kefamenanu, para senior dan Undangan serta perwakilan pemerintahan setempat yang di wakili oleh Hilarius Ato anggota DPRD Kabupaten TTU yang merupakan ketua RT 08 kelurahan Maubeli dan Juga Ketua Klasis Majelis TTU Pendeta Lay Abdi Karya Wenyi yang sekaligus memimpin ibadah syukuran dies natalis ke 9 GMKI kefamenanu.(DD/Yanri)






