Desa Meusin Sosialisasi Program Lingkungan Sehat Perumahan

DETIKDATA, SOE – Desa Meusin melakukan sosialisasi program lingkungan sehat perumahan di Kantor Desa Meusin, Kecamatan Boking Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Jumat (21/05/21)

Kegiatan diawali dengan penyambutan berupa pengalungan selendang yang merupakan ciri khas Amanatun dari warga penerima bantuan sanitasi sebagai tanda ucapan selamat datang yang dipandu oleh Kaur Umum, Yesaya Benu. Dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin, Elkana Benu.

Kepala Desa Meusin Paulus Silla, S.Pt, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menyampaikan bahwa Program ini bersifat Stimulan.

“Program yang kita dapat ini adalah WC sehat tetapi sifatnya stimulan karna yang kita peroleh di Desa Meusin yaitu 57 Unit WC, yang di data dan nama ada didalam dan dihari ini kita sama-sama maksudnya kita duduk dan dengar program kedepan nanti bagaimana,” ucap Paulus.

Lanjut Paulus Silla, program ini akan tetap dimonotoring oleh pihak Desa.

“Kami tidak terlepas dari program ini tetapi kami tetap monotoring sehingga setelah terima dan pakai juga kami tau tidak juga kami tau, tetapi usahakan kita yang terima pakai sebaik mungkin, kita punya sanitasi tahun 2021 ini meningkat setiap tahun, tetapi dalam pelaksanaanya itu berbeda dari tahun ke tahun,” jelas Paulus.

Paulus Silla juga menyampaikan, penduduk Desa Meusin berjumlah 492 Kepala Keluarga, sebagian warga telah membangun sanitasi atas kesadaran sendiri.

“Data penduduk kami di Desa Meusin berjumlah 492 pada saat ini yang didalam itu untuk sanitasi yang belum layak sama sekali sekitar seratus delapan puluan, delapan puluanya sudah di atasi dalam dua tahun berturut-turut ditambah dengan tahun ini, juga atas kesadaran masyarakat sudah berbuat yang lain, sedangkan sekitar 108 belum layak,” tandas Paulus.

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten TTS, Piter Sius I. Kefi, S.T menyampaikan hapannya agar pandemi segera berakhir sehingga kegiatan – kegiatan untuk kesejahteraan masyarakat seperti ini dapat lebih gencar dilaksanakan.

“Dunia sementara mengalami sakit yang luar biasa kemarin kita baca di media sudah berkurang dan kami berharap kita di Kabupaten TTS bisa masuk zona hijau supaya kita bebas bergerak karena dengan bebas bergerak maka kita akan membawa masyarakat lebih sejahtera,” tutur Piter.

Hal senada diungkap, PRKP, Rudi Malo bahwa program dengan tujuan kesejahteraan masyarakat ini juga merupakan bagian dari penanganan stunting. 

“Kita lihat bahwa program utama saat ini adalah penaganan stunting dan salah satu peogram yang mendukung penangana stunting itu air bersih dan sanitasi, sanitasi ini adalah salah satu faktor penting di gugus starnia artinya capaian akses sanitasi yang layak jadi selama ini buang air besar disembarangan sekarang kita dibantu dari pemerintah,” ungkap Rudi.

Rudi berharap sanitasi yang sehat ini akan berbanding lurus dengan menurunkan jumlah angka stuting warga Desa.

“Jadi kami berharap dengan membangun akses sanitasi lewat jamban yang sehat ini kita akan hidup lebih sehat dan penanganan penurunan jumlah stanting di Desa ini,” harapnya. (DD/YK)