DETIKDATA, ATAMBUA – Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, SpPD-KGEH, Finasim dan Drs. Aloysius Haleserens, MM didampingi Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Wiji Untoro, Pj. Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi melakukan panen perdana tomat milik kelompok tani Tomat Mandiri di Dusun Taektoo, Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kamis (6/5/2021).
Sebelum melakukan panen perdana, Bupati dan Wakil Bupati Belu melakukan penanaman tomat secara simbolis bersama anggota kelompok tani Tomat Mandiri yang berada pada lokasi yang berbeda.
Usai panen, Bupati Belu dalam arahan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Kelompok Tani Tomat Mandiri yang secara swadaya telah berhasil mengembangkan usaha tani hingga hari ini melakukan panen.
“Saya hari ini merasa bangga dan apresiasi kepada kelompok tani Tomat Mandiri. Kita lihat disini ada unsur pemerintahan, ada petaninya, dan ada swastanya, pola seperti ini yang baik. Pihak swasta tanpa menunggu apa-apa sudah membantu, tentu ada keuntungannya, kita hargai itu, namun inisiatif ini yang kita pelihara,” ungkap Bupati Belu.
Lanjut Bupati Belu, panen tomat yang dilakukan hari ini merupakan contoh dan model bagi kelompok tani di Kabupaten Belu karena telah diaplikasikan di lapangan dan menghasilkan.
“Kalau kampung ini tangguh, Desa ini tangguh, Kabupaten unggul, masyarakat juga unggul, Gubernur pasti akan melihat kesini,” ujarnya.
dr. Taolin Agustinus juga menyampaikan bahwa ditengah pandemi covid-19 yang mendunia dan menghancurkan sendi-sendi ekonomi internasional, namun Indonesia masih berada dalam keadaan yang aman karena salah satunya terdapat kelompok-kelompok tani.
“Kita bersyukur, walaupun kemarin ekonomi internasional hancur lebur, namun Indonesia masih beruntung karena kegiatan – kegiatan seperti ini yang menghidupkan masyarakat tanpa harus impor bahan dari lain-lain,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Belu juga menyampaikan gagasan terkait pengelolahan tomat serta pemasarannya.
“Kedepan kita akan pikir cara menyimpan tomat agar bertahan lama. Untuk tomat biasa dapat bertahan tiga sampai empat hari, untuk tomat yang berkualitas baik bisa bertahan sampai dua minggu. Khusus untuk tomat-tomat yang sudah tidak laku dijual atau over produksi kita akan masukan ke pengolahan dan sebagian kita masukan ke pabrik saus tomat kecil-kecilan. Saya akan tanya pabrik industri rumah tangga, mesin untuk membuat saus tomat dan kemasannya dan lain-lain untuk kita coba. Ini baru ide dan gagasan, yang menindaklanjuti pikiran ini adalah Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan juga marketingnya. Untuk Desa juga berpikir bagaimana menggunakan ADD untuk kegiatan seperti ini,” terang dr. Agus.
Bupati Belu juga menyampaikan bahwa kedepan akan bersinergi dengan TNI dan Polri untuk membangun Kabupaten Belu.
“Seluruh hal terkait bantuan akan dibicarakan lebih lanjut, tetapi konsepnya mandiri, kami akan bantu sebisanya. Jadi kerja dulu baru dibantu,” tandas Bupati Belu.
Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa berkaitan dengan pertanian dan perkebunan beberapa bulan kedepan akan mengalami kesulitan air.
“Tadi kita tidak sempat liat sumber airnya dimana, tapi indikasinya menggunakan selang kecil. Kadis tolong liat sumber airnya dimana, jika kurang air bagaimana caranya,” tegas Wabup Belu.
Wabup Belu juga berpesan agar memperhatikan kualitas buah tomat dengan melakukan perawatan yang baik dan benar.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Belu juga memuji kelompok tani Tomat Mandiri karena disaat pandemi covid-19 dan semua orang merasa takut, namun para petani tetap menanam dan menghasilkan uang.
“Kalau kelompok seperti ini ditularkan kepada kelompok-kelompok yang lain tentu pendapatan Desa ini meningkat, Kecamatan dan Kabupaten juga naik, maka lahirlah orang-orang Belu yang sejahtera,” ungkap Alo Haleserens.
Dalam kesempatan itu, Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Wiji Untoro mengajak masyarakat untuk selain bertani juga bisa beternak.
“Disini tidak ada lahan tidur, yang ada manusianya yang tidur. Hal yang terpenting adalah membangun kemauan, jika mau bergerak pasti bisa. Disini terdapat lahan kosong, jadi bisa sebelahnya tanam tomat, sebelahnya kita ternak ayam. Kita bisa beternak ayam kampung dan bisa dilepas, namanya ayam KUB (Kampung Unggulan Balitbangtanak). Dua bulan untuk panen daging, untuk telur usianya lima bulan sudah mulai bertelur,” ajak Wiji Untoro.
Kelompok tani Tomat Mandiri beranggotakan 20 orang anggota dan mengolah lahan seluas 2 hektar are. Kelompok ini terbentuk pada bulan oktober tahun 2020.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Prov. NTT, Bernardinus Taek, Kadis Pertanian, Gerardus Mbulu, Plt. Kadis Koperasi Kab. Belu, Elfridus Hale, SP, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Christoforus M. Loe Mau, SE, Camat Tasifeto Timur, Vinsensius Moruk, ST, Sekretaris Dinas Pertanian, Kepala Desa Umaklaran, Pengusaha Swasta, Anggota Kelompok Tani, Tokoh Adat, serta Tokoh Masyarakat. (DD/KP)






