DETIKDATA, ATAMBUA – Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM hadir di Rumah Adat Suku Dato Alin Bei Kelu Dasi Kelu Berek, di Dusun Debubot, Desa Fatuba’a, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Senin (19/10/21).
Kebahagiaan dan kebanggaan itu benar-benar dirasakan masyarakat komunitas Dato Alin, mengingat orang nomor dua di wilayah perbatasan RI-RDTL ini turut ambil bagian dalam prosesi pembangunan rumah adat Dato Alin.
Wabup Alo Haleserens tiba bersama Wakil Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Belu, Rinawati BR Haleserens, SE, MM disambut tepuk tangan dan serta tarian dari masyarakat setempat. Usai pengalungan, Wabup Belu dan Wakil Ketua TP PKK diarak tarian likurai menuju lokasi pembangunan rumah suku. Secara spontan, Wabup Belu langsung mendekati bangunan rumah adat dan naik ke atap. Wabup Belu mendapat kehormatan “menenun” helai demi helai alang-alang yang sudah disediakan. Wabup Belu juga turut bergembira ria, menari bersama anggota suku.
Kepada seluruh anggota Suku Dato Alin, Wabup Alo Haleserans mengungkapkan kegembiraanya, bahwa kita berbahagia karena hari ini ada yang pukul gong, pukul tihar dan menari.
“Suasana kebahagiaan ini mulai terasa sejak kemarin sampai hari besok, hingga selesai pengerjaan rumah adat. Pemerintah sangat mendukung perwujudan nyata pelestarian rumah adat yang dilakukan masyarakat Belu,” ujar Wabup Alo.
Selain itu, ucap Wabup Belu bahwa, Pemerintah tetap mengambil bagian dari setiap perhelatan prosesi rumah adat di wilayah perbatasan RI-RDTL.
“Pemerintah akan membantu secara bertahap, perlahan-lahan dan kita akan sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Wabup juga meminta agar ritual adat, tarian likurai, tenun kain dan prosesi adat lainnya agar tetap dilestarikan serta diajarkan kepada generasi muda penerus sehingga ada proses regenerasi.
“Adat istiadat harus dipegang teguh dan dilaksanakan karena dari hal ini kekerabatan dan kekeluargaan dapat terjaga dengan baik. Saya minta kepada seluruh anggota suku yang hadir agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan prosesi pembangunan rumah adat ini,” tandasnya.
Mengingat Musim Tanam I, Wabup Alo menghimbau agar para petani segera mempersiapkan lahan secara baik.
“Kami datang pas hujan turun, semoga ini hujan berkat bagi kita semua sehingga kita bisa tanam hortikultura, padi, jagung dan lain-lain,” ucapnya.
Anggota DPRD Belu, Edmundus N. Tita, SE menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Belu bersama Ibu yang telah hadir mengikuti acara atap rumah adat Dato Alin.
“Saya atas nama keluarga Suku Dato Alin Bei Kelu Dasi Kelu Berek mengucapkan terima kasih karena hari ini Bapak meluangkan waktu datang disini dan lebih luar biasa lagi Bapak datang bukan sebagai Wakil Bupati tetapi sebagai seorang pelayan. Bapak datang, langsung naik dan ikut atap rumah adat, ini luar biasa bagi kami masyarakat di desa,” ungkap Mundus Tita disambut tepuk tangan meriah masyarakat yang hadir.
Disampaikan pula, ada 24 rumah suku yang ada di Desa Fatuba’a. Hingga sekarang baru 3 rumah suku yang direnovasi.
“Secara bertahap kami akan terus merenovasi setiap rumah suku yang ada disini. Kita berharap, agar kedepan Pemerintah bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rumah adat, agar tetap lestari dan tetap terjaga budaya kita,” ujarnya.
Perwakilan Rumah Suku Dato Alin Bei Kelu Dasi Kelu Berek, Simplianus Kala menjelaskan, Rumah suku ini sejak dahulu kala berada di Kampung lama dan atas persetujuan seluruh Tetua Adat Rumah Suku maka proses ini mulai dilaksanakan.
“Rumah Dato Alin Bei Kelu ini juga sudah dijadikan sebagai Uma Kiik dari Uma Metan Foho Lor Lookeu,” ungkapnya.
Hadir dalam acara ini Camat Tasifeto Timur dan Kepala Desa Fatuba’a. (DD/PK)






