Sambangi Pekerja Proyek di Denpasar, Wagub NTT Johni Asadoma Ingatkan Adab dan Pentingnya Pendidikan

DETIKDATA.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja untuk menemui warganya yang bekerja sebagai buruh proyek di Kelurahan Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Kamis (12/2/2026) pagi.

Kunjungan ini merupakan kali kedua bagi Johni Asadoma dalam dua pekan terakhir, guna memastikan kondisi sosial dan kesejahteraan diaspora NTT di Bali tetap terjaga. Dalam kesempatan tersebut, Wagub didampingi oleh Kepala Badan Keuangan Daerah NTT Benhard Menoh, Inspektur NTT Stefanus Halla, tokoh diaspora Marthen Rowa Kasedu, serta perwakilan dari Bali Partnership dan Persatuan Hamba-Hamba Tuhan.

Di tengah cuaca terik, Wagub Johni berdialog langsung dengan para pekerja yang mayoritas berasal dari Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Ia menekankan pentingnya menjaga sikap (adab) dan mematuhi norma hukum di Bali agar tercipta keharmonisan antara pendatang dan penduduk lokal.

“Saya mengingatkan saudara-saudara untuk cepat beradaptasi, menjaga sikap, dan perilaku. Tunjukkan bahwa tenaga kerja asal NTT adalah pekerja yang jujur, disiplin, dan memiliki etika kerja yang baik,” tegas Johni Asadoma dalam arahannya.

Ia juga secara spesifik mengimbau agar para pekerja menggunakan upah mereka secara bijak untuk kebutuhan keluarga, dan menghindari konsumsi minuman keras (miras) yang kerap menjadi pemicu keributan.

Menanggapi temuan adanya anak-anak pekerja yang putus sekolah di area bedeng proyek, Wagub NTT memberikan instruksi tegas. Ia meminta para orang tua untuk memprioritaskan pendidikan anak-anak mereka, bahkan menyarankan untuk kembali ke daerah asal jika demi keberlanjutan sekolah.

“Jangan sampai anak-anak tidak sekolah. Masa depan mereka akan cerah jika mendapatkan pendidikan yang layak. Kami akan melakukan pendataan melalui paguyuban diaspora untuk tindak lanjutnya,” tambahnya.

Sebagai pemacu semangat, Wagub menceritakan sosok Viktor Bungtilu Laiskodat (Gubernur NTT 2018-2023) yang kini menjabat anggota DPR RI, sebagai contoh tokoh besar yang juga mengawali perjuangan hidup dari lingkungan yang sederhana namun berhasil sukses karena dedikasi dan disiplin.

Sementara itu, perwakilan dari Bali Partnership, Pdt. Robert Hutapea, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginisiasi program pelatihan keterampilan konstruksi, seperti teknik pemasangan keramik dan finishing bangunan bagi para diaspora. Program ini bertujuan agar para pekerja memiliki kompetensi lebih dan tidak hanya menjadi buruh kasar.

“Kami ingin mereka punya bekal keterampilan yang bisa diaplikasikan saat kembali ke kampung halaman nanti,” ujar Pdt. Robert.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan bantuan paket sembako berupa beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya kepada para penghuni bedeng. Donatus Gheru Kaka, salah satu pekerja, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran pimpinan daerah yang mau terjun langsung melihat kondisi mereka di perantauan.

Penulis: Humas Pemprov NTT Editor: Agustinus Tamelab