DETIKDATA.COM, KUPANG – Program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkatkan perkembangan yang signifikan.
Hingga April 2026, jumlah penerima manfaat tercatat sudah mencapai 698.298 orang yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan serta kelompok rentan.
Data terbaru yang diterima media ini mencatat penerima manfaat terbesar berasal dari Balita 60.430, Paud 25.169, RA 1.520, TK 21.533 jenjang SD kelas 1–3 sebanyak116.784 siswa dan SD kelas 4-6 116.483, siswa SMP 124.879, siswa SMA 105.935 siswa MI 1-3, 3.303, MI 4-6,3.234, Mts 4.008, SMK 52.124, MA 5.245, MAK 314, SLB,2.685, Ponpes 233, PKBM 315, Seminari 429, Guru 29.221, Tendik 6.018.
Tak hanya menyasar peserta didik, MBG juga menyentuh kelompok ibu hamil (6.751 orang) dan ibu menyusui (16.216 orang).
Selain itu, program ini turut mendukung ekosistem pendidikan dan kesehatan dengan melibatkan Guru (29.221 orang)tenaga kependidikan (6.016 orang) serta kader posyandu dan tenaga kesehatan.
Kordinator Regional NTT, Oswaldus Ngani menjelaskan bahwa dari sisi infrastruktur layanan hingga awal April 2026 tercatat sekitar 252 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif di NTT.
Yang mana, lanjutnya, mayoritas dikelola oleh mitra seperti masyarakat, yayasan, Polri dan TNI.
Dikatakannya, program tersebut juga memberi dampak ekonomi yang luas.
“Sebanyak 12.141 tenaga kerja lokal terserap di seluruh rantai distribusi, mulai dari kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, koordinator lapangan, juru masak, petugas kebersihan, hingga tenaga keamanan dan pengemudi,” jelasnya.
Ia menambahkan, program tersebut juga tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini serta perlindungan terhadap kelompok rentan dan menghidupkan roda perekonomian melalui petani, peternakan nelayan, UMKM dan usaha-usah lain di provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Kita berharap dari program makan gizi gratis ini bisa melahirkan generasi-generasi muda yang cerdas dan mengurangi stanting di NTT,” ujarnya di Kupang, Senin, (13/4/2026).
Oswaldus menambahkan, dengan beroperasinya 252 dapur SPPG yang tersebar merata, diharapkan distribusi layanan gizi dapat berjalan baik dan tepat sasaran walaupun pencapaian ini masih jauh dari target dapur di NTT.
Dikatakannya, pemerintahan melalui Badan Gizi Nasional bersama seluruh pemangku kepentingan juga terus melakukan evaluasi dan penguatan koordinasi guna memastikan keberlanjutan program serta kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami akan selalu berkoordinasi agar semua anak-anak NTT bisa menikmati program makan gizi gratis dan mohon dukungan dari semua masyarakat NTT demi kelancaran program MBG di Nusa Tenggara Timur,” tutupnya. ***






