Gerakan Pendukung Jokowi Sejati : Reshufle 6 Menteri Harus Didukung Birokrasi Dengan Kerja Cepat & Spirit Kaum Muda Pergerakan

DETIKDATA, JAKARTA – Dengan pengangkatan enam menteri baru itu merupakan hasil evaluasi dan langkah cepat dan tegas Presiden Jokowi untuk bekerja cepat dalam menuntaskan berbagai program agenda kerja ditengah situasi krisis pandemi Covid 19. Ke enam menteri baru untuk mendukung langkah langkah Presiden Jokowi dalam menurunkan berbagai program kebijakannya, melihat komposisinya merupakan orang orang teruji sebagai jawaban dari situasi yang sedang terjadi.

Selain itu paska pengangkatan ke enam menteri baru tersebut, yang perlu diperhatikan langkah perubahan selanjutnya harus didukung perubahan birokrasi atau reformasi birokrasi yang bekerja cepat, memiliki komitmen yang kuat peka peduli pada situasi krisis betul betul dalam bekerja harus totalitas melayani dan menyelamatkan rakyat dari pandemi Covid 19, harus dibuang jauh jauh sifat karakter feodalistik, itu bisa terwujud dengan spirit kaum muda pergerakan. Sebagaimana jiwa dan karakter yang dimiliki oleh Presiden Jokowi. Sosok Preiden Jokowi itu sosok tegas, sederhana, merakyat dan memiliki semangat tinggi dalam bekerja dengan spirit kaum muda pergerakan bekerja totalitas demi rakyat bangsa dan negara, kata Abdul Salam Nur Ahmad Sekjen PPJNA 98 dalam release yang disampaikan atas nama Gerakan Pendukung Jokowi Sejati. Rabu, (23/12/2020).

Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda mengatakan “Salah satu faktor yang belum ada perubahan yang signifikan sebagaimana amanat reformasi yaitu reformasi birokrasi, perubahan itu tidak hanya pada elit pemerintahan tapi tentunya harus diikuti perubahan birokrasi dalam kontek orang maupun mental birokrasinya sendiri yang harus berubah. Apalagi dalam situasi pandemi sekarang sangat penting, mental jajaran birokrasi pemerintahan Jokowi harus mengikuti apa yang dilakukan Presiden Jokowi, salah satu contoh Presiden Jokowi sudah menggelontorkan kebijakan anggaran pro rakyat dalam pelaksanaan tidak optimal tidak tepat sasaran, justru yang terjadi masih ada jajaran birokrasi yang mengambil untung disituasi krisis, ungkap Anto.

Tokoh Aktivis Pergerakan 98 Garut Mahmud Yunus menambahkan “Harus dihabisi mental jajaran birokrasi yang hanya memikirkan dirinya, atau kelompok yang bekerja hanya mencari jabatan, pangkat atau menumpuk harta kekayaan. Presiden Jokowi harus melakukan evaluasi total dan tegas bersihkan mental birokrasi seperti itu di semua jajaran kementrian, badan atau lembaga pemerintahan dari pusat sampai daerah, katanya.

Selanjutnya Tokoh Aktivis Pergerakan 98 Jakarta Sulaiman Haikal Ketum PIJAR 98 mengatakan “Paska pelantikan 6 Menteri baru harus diikuti dengan perubahan yang signifikan dalam jajaran birokrasi pemerintahan, jangan kaku harus kerja cepat. Jangan selalu yang disalahkan Presiden Jokowi padahal kelakuan jajaran birokrasi yang kerja lambat dan masih memiliki sifat feodalistik. Semoga langkah selanjutnya Presiden Jokowi melakukan evaluasi pada jajaran kementrian lainnya, ungkapnya.

Selanjutnya Abdul Salam Nur Ahmad menegaskan “Kalau masih ada menteri yang bekerja lambat dan tidak memiliki jiwa peka dan tanggung jawab pada krisis ganti saja. Selama Pak Jokowi bekerja untuk rakyat bangsa dan negara, 270 juta rakyat Indonesia akan selalu bersama Presiden Jokowi, pungkasnya. (DD/R).