Tiga Solusi Tingkatkan Daya Saing UMKM

DETIKDATA, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, kondisi pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama setahun terakhir dan perubahan landscape atau lanskap ekonomi ke arah digital telah memberikan tekanan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurut Menteri BUMN, tekanan ini semakin bertambah dengan perubahan kondisi persaingan pasar saat ini yang semakin dibanjiri produk asing berharga murah. Situasi ini dinilai perlu ditindaklanjuti pemerintah dengan meningkatkan daya saing UMKM.

“Suka tidak suka perubahan daripada pasar yang ada di ultra mikro atau UMKM tentu menjadi sesuatu tekanan yang luar biasa. Ini menjadi konsen (Kami) tersendiri bagaimana ultra mikro bisa bersaing secara terbuka,” ujar Menteri BUMN dalam rapat pembentukan Holding Ultra Mikro dengan Komisi VI DPR RI yang disiarkan di akun media sosial resmi Komisi VI DPR RI pada Kamis (18/3/2021).

Lebih lanjut Menteri BUMN menjelaskan, pihaknya harus bisa mencarikan solusi pasar untuk meningkatkan daya saing UMKM, yaitu berupa kebijakan mempermudah pembiayaan, akses pasar dan pembuatan infrastrukturnya.

Dia mencontohkan, program pasar digital (PaDi) UMKM yang sudah dirilis Kementerian BUMN belum lama ini. Program ini membuka akses kepada para pelaku UMKM untuk menjadi pemasok atau supplier BUMN yang membutuhkannya.

“Kalau kami lihat masih juga ada beberapa barang asing yang masuk. Nah karena itu kami juga sekarang sekarang memperkuat tingkat komponen dalam negeri (TKDN),” imbuh Menteri BUMN.

Dalam hal ini, Menteri BUMN telah menunjuk Sarinah menjadi tulang punggung merek atau brand lokal. Perusahan sektor ritel ini tengah diperbarui untuk mengemban tugas barunya tersebut.

“Insya Allah Bapak Ibu dapat menyaksikan Nanti pada November bagaimana Sarinah yang baru bisa menjadi bagian pembangunan dari pada UMKM brand lokal atau ultra mikro,” kata dia. (DD/WS)