DETIKDATA, KUPANG – Mahasiswa Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) melaksanakan pameran di Kupang. Selasa (4/6/2019).
Pameran merupakan salah satu bentuk evaluasi bagi mahasiswa PGSD di FKIP Undana Kupang untuk matakuliah Pendidikan Seni Rupa SD. Kegiatan pameran dilakukan dengan membuat dan mengumpulkan karya seni yang berbasis ketrampilan bagi siswa SD. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa agar dapat memotivasi siswa SD untuk menunjukkan ketrampilan dan kreativitasnya.
Kegiatan dilakukan dengan membentuk kepanitiaan yang terdiri dari berbagai bidang kepanitiaan sebagai koordinator kegiatan. Kepanitiaan terdiri dari Ketua, Bendahara, Koordinator karya dan Anggota. Masing-masing koordinator bekerjasama dengan anggota misalnya koordinator karya mengumpulkan semua karya seni/ketrampilan per kelompok agar di data dan diatur dalam rangkaian kegiatan.
Kepanitiaan yang dibentuk juga dimaksudkan untuk mengusahakan keuangan untuk pembiayaan kegiatan. Mahasiswa menjual makanan kecil dan keuntungan dari menjual makanan kecil tersebut untuk membiayai kegiatan pameran. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat belajar untuk membuat kegiatan sendiri dan mengusahakan managemen keuangannya secara teratur.

Mahasiswa tentunya memiliki pengalaman dalam mengkoordinasikan teman-temannya dalam sebuah kelompok sehingga dapat bekerjasama dalam mewujudkan sebuah kegiatan yang terkoordinasi dengan baik Mahasiswa secara berkelompok membuat karya sebanyak 3 karya masing-masingnya dan membuatnya sendiri. Karya mahasiswa berupa ketrampilan atau kerajinan tangan yang dapat dipamerkan dan dipertontonkan bagi mahasiswa PGSD dan prodi lainnya. Karya yang dihasilkan tersebut merupakan karya yang dapat di aplikasikan mahasiswa untuk pembelajaran lainnya artinya karya tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi matapelajaran lainnya. Misalnya ketrampilan yang dihasilkan dari lidi sate bekas yang dapat dijadikan bangun ruang untuk pembelajaran matematika. Artinya materi karya seni yang dihasilkan dalam kegiatan pameran merupakan karya yang digunakan juga untuk pembelajaran seni dan lainnya IPA/sains, matematika, IPS dan lain-lain.
Pengajar matakuliah pembelajaran seni rupa sekolah dasar, Yosephina K. Sogen,S.Sn,M.Sn menjelaskan bahwa Matakuliah Pendidikan Seni Rupa SD merupakan sebuah matakuliah wajib yang dipelajari oleh mahasiswa PGSD dengan menghasilkan karya seni yang dapat di apresiasi oleh banyak orang.
Integrasi pembelajaran seni dengan ketrampilan atau prakarya bagi kepentingan pembelajaran di SD merupakan sebuah bentuk pembelajaran yang bertujuan untuk menstimulasi siswa SD agar kreatif dan mampu mengembangkan bakat dan minatnya. Integrasi pembelajaran bagi pendidikan SD sangat penting karena dapat sebagai media pembelajaran, strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan bukan pada Guru.
Karya seni mahasiswa berupa karya pahatan kayu sederhana yang dibentuk menggunakan papan tripleks bergambar Bapak Presiden Jokowi dan dua buah selendang yang disulam dari benang wool merupakan beberapa karya mahasiswa yang dapat menjadi referensi untuk kreatifitas mahasiswa. Mahasiswa sangat antusias dengan pameran tersebut dan merasa sangat percaya diri dengan hasil karya mereka.
Mahasiswa memiliki pengalaman dalam mengasah kreatifitas mereka dan menjadi calon guru yang kreatif menjadi salah satu syarat yang penting untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas. Pembelajaran yang berkualitas bagi siswa SD dapat menyenangkan siswa di sekolah sebab guru nya dapat menjadi teman dalam belajar. Belajar di kelas bagi anak SD sambil bermain tentunya dengan suasana yang menyenangkan dan nyaman. Anak SD pada usia 7 hingga 12 tahun menjadi lebih bersemangat jika belajar dengan tanpa tekanan dan guru dapat menjadi teman mereka. Sebagian siswa dikelas tentunya ada yang suka dengan ketrampilan ada juga yang tidak menyukai kegiatan ketrampilan.
Ketrampilan atau kerajinan tangan bagi siswa SD sanat ini makin jarang dilakukan sebab siswa lebih senang bermain Handphone/smartphone sehingga kegiatan ketrampilan perlu terus ditingkatkan. Selain itu karena guru yang mengajar juga senang memberi tugas dan jarang dikoreksi oleh guru. Pembelajaran seni budaya dan prakarya wajib di ajarkan dengan praktek dan bukan teori sehingga siswa memiliki daya kreativitas dan dapat mengembangkan bakat dan minatnya.
Pameran menjadi salah satu bentuk evaluasi pembelajaran seni budaya dan prakarya untuk memupuk rasa percaya diri, kreatif, dan kemampuan mencipta atau mengkreasikan sesuatu. Kemampuan mengkreasikan atau mencipta, berpikir kreatif, mengembangkan imajinasi merupakan salah satu proses pembelajaran yang berbasis HOTS (High Order Thinking Skill) HOTS merupakan cara belajar siswa SD yang memacu kreativitas siswa dan berpusat pada siswa. Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang berbasis pada ketrampilan dan kemampuan inteligensi anak termasuk melalui pembelajaran seni budaya dan prakarya.
Penulis: Yosephina K.Sogen,S.Sn.M.Sn
Editor: Detikdata






