Plt. Dirjen Diktiristek Sebut Kampus Sangat Siap Melaksanakan PTM

DETIKDATA, JAKARTA – Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Plt. Dirjen Diktiristek), Nizam menyampaikan, kampus rata-rata 50 persen sudah mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) , dimulai dari angkatan yang belum pernah mengenal kampus, yaitu Angkatan 2020-2021.

“Untuk semester depan ini, kita akan tambah lagi. Sedang dievaluasi dari kemarin itu seperti apa,” ungkap Nizam di Jakarta, Selasa (4/1/2022).

Untuk pelaksanaan PTM di Kampus, harus menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai dengan ketentuan di SKB empat Menteri, dan pelaksanaannya diserahkan ke kampus untuk menyesuaikan. Ada kampus yang fasilitasnya tidak memungkinkan. Jadi disesuaikan dengan kampus. “Kami sudah mendorong kampus melaksanakan PTM, protokol kesehatan dijaga, SOP harus ada, dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di Daerah,” ujarnya.

Disebutkan, mayoritas universitas telah siap 100 persen untuk melaksanakan PTM secara penuh. “Kemarin saya monitoring bersama Prof Aris (Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan) ke beberapa kampus, dan kegiatannya sudah sangat siap 100 persen, tapi ada beberapa yang belum,” terangnya.

Untuk itu, Plt. Dirjen Diktiristek, mendorong pelaksanaan vaksinasi untuk pendidik dan tenaga kependidikan. “Jadi kita dorong betul yang belum vaksinasi untuk vaksinasi, dan protokol Kesehatan di kampus dijaga ketat. “Jadi banyak yang sudah disiapkan. Thermogun tempat cuci tangan, ada semacam pasukan siaga, memantau memastikan teman-temanya siap semua,” ujarnya.

Disamping itu, juga dibentuk satgas di kampus masing-masing. Banyak yang bagus praktek baiknya. “Sedang kita kompilasi, nanti sore kita akan rapat untuk membahas SOP untuk digunakan kampus kita. “Jadi mesti melandai, tapi kita semua tetap jaga-jaga, hati-hati biar tidak meledak lagi,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini, vaksinasi dosen dan tenaga pendidik di kampus sudah sangat bagus. “Kalau dosen dan tenaga Pendidikan rata-rata di atas 80 persen – 100 persen. Hanya komorbid saja yang tidak bisa dilakukan. Tapi secara umum sangat baik,” ungkapnya.

Menanggapi risiko penularan kondisi mahasiswa yang tinggal di tempat kos-kosan dan dari daerah. “Itu salah satu SOP yang kita dorong. Selain mereka menjaga protokol Kesehatan di kampus, juga harus menjadi bagian mengedukasi masyarakat. Sedangkan bagi mahasiswa dari luar daerah, soal karantina tergantung dari masing-masing daerah. Sejauh ini kan sudah mulai merata secara nasional terkait standar itu, ” imbuhnya. (DD/IP)