Pembangunan di Wilayah Bencana NTT Harus Memperhatikan Unsur Keberlanjutan

DETIKDATA, KEFAMENANU – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan bantuan pembangunan rumah warga, dan fasilitas umum yang rusak akibat bencana Siklon Tropis Seroja du Nusa Tenggara Timur (NTT) harus memperhatikan keberlanjutan atau sustainability.

“Kami ingin memberikan yang terbaik untuk warga Timor Tengah Utara (TTU) ini karena tidak bisa kita hanya sekadar bangun. Keberlanjutannya itu harus kita jaga,” kata Mensos melalui keterangan tertulisnya, usai melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (25/5/2021).

Dalam pertemuan beberapa waktu sebelumnya di Jakarta, Mensos sudah menceritakan kepada para pihak yang membantu untuk memperhatikan tingkat kebencanaan, misalnya di NTT khususnya di Kabupaten TTU itu sendiri adalah banjir bandang yang tidak hanya air, tetapi membawa batu-batu dari gunung yang kemudian menghancurkan rumah warga.

“Oleh karena itu, saya minta izin kepada pak bupati jika boleh nanti saya akan melihat langsung lokasi bencana alam itu,” tambah Mensos.

Mensos menambahkan pembangunan yang dilakukan juga harus sambil melihat potensi bencana yang sama ke depannya.

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Juandi David, memaparkan tentang kondisi geografis dan dampak Badai Siklon Tropis Seroja yang terjadi di TTU beberapa waktu lalu.

Juandi mengatakan, TTU merupakan salah satu wilayah di Provinsi NTT yang terdampak badai Siklon Tropis Seroja yang cukup parah.

Dampak badai tersebut mencakup kerusakan rumah penduduk, lahan pertanian, fasilitas umum dan menurutnya, pascaterjadi banjir bandang, Pemda TTU beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan pihak-pihak lain melakukan tanggap cepat bagi para korban.

“Kami melakukan evakuasi dan memberikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan lainnya bagi para korban,” tambah Juandi. (DD/EB)