DETIKDATA, WAITABULA – Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Ibadah GKS Jemaat Parakamaru di Kalara We, Desa Wendewa Selatan, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, NTT. Minggu (23/05/21).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Tagela Ibisola, Anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Asisten Bidang Administrasi Umum, Ferdinand Umbu Kabalu, SE.
Acara tersebut diawali dengan Ibadah bersama Perayaan Hari Pentakosta yang dipimpin Oleh Vic. Ekawati Susanti Mbiliyora, S.Si, Teol yang berlangsung di lokasi acara Peletakan Batu Pembangunan Gedung Ibadah GKS Jemaat Parakamaru
Wakil Bupati, Ir. Daniel Landa mengatakan jemaat harus bersatu dan terhimpun dalam satu kesatuan yang utuh dan kokoh serta yang utama selalu andalkan Tuhan,
“karena tidak bisa dipungkiri akan ada begitu banyak pergumulan dan perjuangan yang akan dihadapi dalam membangun Rumah Tuhan di Jemaat Parakamaru ini agar bisa dilaksanakan, meski dalam proses pembangunan Gedung Ibadah ini nantinya kita pasti mengalami berbagai kendala yang cukup menguras energi. Proses dan waktu yang dilalui boleh jadi merupakan bagian dari karya Tuhan untuk menguji ketekunan dan kesabaran Jemaat Parakamaru. Namun, lewat momentum peristiwa iman perayaan hari Pentakosta yaitu hari pencurahan Roh Kudus yang kita rayakan hari ini, Saya meyakini Roh Kudus akan menggerakkan hati, pikiran, jiwa dan tenaga kita untuk tetap semangat dan mempunyai tekad yang kuat terus bekerja membangun gedung ibadah ini hingga selesai,” pesan Landa.
Daniel Landa berharap pembangunan gedung gereja ini tidak boleh macet dan terhambat, melainkan dapat diteruskan hingga pada tahap akhir dengan penuh rasa kebersamaan dan persatuan diantara sesama jemaat yang terus terjalin. Kiranya melalui pembangunan Gedung Ibadah yang baru ini, Jemaat Parakamaru terus menyatakan karya Penyelamatan Kristus Yesus.
Dalam kesempatan tersebut Daniel Landa menyampaikan syukur rasa terima kasih kepada keluarga besar Parabusu dan Sinung yang dengan tulus dan ikhlas menyerahkan tanah untuk pembangunan Gedung Ibadah GKS Jemaat Parakamaru yang baru,
“kiranya Tuhan akan membalas ketulusan dan keikhlasan serta Tuhan pula akan mencurahkan berkatNya atas yang dilakukan oleh kedua keluarga besar tersebut,” ucap Daniel.
Sementara itu Panitia Pembangunan, Bulla Nggallu, S.Pd, M.Si dalam laporannya mengatakan pembangunan Gedung Ibadah ini didasari atas 3 alasan utama yaitu Pertama dari segi faktor usia bangunan gedung ibadah sudah berusia 37 tahun sejak dibangun pada tahun 1984, secara fisik sudah sangat rusak karena usianya yang sudah lama maka dipandang perlu untuk dibangun gedung yang baru. Kedua dari segi volume ukuran Gedung Ibadah yang lama saat ini berukuran 8 X 20 meter tidak mampu lagi untuk menampung Jemaat yang kian hari semakin bertambah jumlahnya ketika ibadah berlangsung. Ketiga dari segi letak Gedung Ibadah saat ini berada dibelakang Sekolah Dasar Inpres Parakamaru dan juga berada diantara perumahan warga serta kondisi tanah bangunan gereja yang miring dan sempit sehingga sulit untuk dilakukan pengembangan sesuai kebutuhan.
Menurutnya gedung kebaktian yang baru ini berukuran 12 X 37 meter yang dilengkapi dengan ruangan ibadah, ruang sekretariat, ruang konsistori, ruang kerja pendeta, toilet 2 unit, ruang kontrol sound system dan balkon 2 lantai, gedung ibadah GKS Parakamaru diperkirakan menelan biaya pembangunan mulai dari awal hingga tahap akhir sebesar Rp. 1,7 milyar.
“Kami sangat berharap partisipasi dari semua pihak lewat bantuan dan dukungan berupa apapun demi terselenggaranya pembangunan gedung ibadah ini hingga selesai,” ucap Bula Nggallu. (DD/RP)






