DETIKDATA, OELAMASI – Dititik penampungan pengungsi, warga Oesena hanya tidur di lantai beralaskan terpal.
Hal ini disampaikan Kepala Desa Oesena, Nelson Boimau ketika ditemui detikdata.com di Kantor Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, NTT. Senin (26/04/21).
Informasi yang dihimpun detikdata.com, 822 warga dua dusun di Desa Oesena dievakuasi karena struktur tanah yang ditempati bergerak dan rawan terjadi pergeseran.
“Titik penampungan pengungsi disini ada tiga titik diantaranya Kantor Desa Oesena, Gereja, Lumbung Desa dan Rumah – Rumah Warga di lokasi aman. Untuk tempat tidur saya lihat tidak layak. Karena disitu ada bayi, ibu menyusui, masyarakat berkebutuhan khusus dan lansia. Kita selama ini hanya beralaskan terpal,” ujar Nelson.
Nelson menjelaskan bahwa daya tahan tubuh warga sangat penting untuk dijaga terutama dalam pandemi Covid-19 ini.
“Jadi saya berpikir yang kita butuhkan ini kasur lantai atau tikar supaya sekalipun kita terdampak bencana, kesehatan harus tetap terjaga. Apalagi sekarang sedang dalam masa pandemi Covid-19, daya tahan tubuh sangat penting untuk dijaga,” jelas Nelson.
Nelson berharap ada yang mau membantu menyediakan tikar untuk alas tidur warganya.
“Warga Desa Oesena yang dievakuasi tidur dengan kondisi seperti ini sudah dalam waktu kurang lebih tiga minggu dua hari. Kami berharap saudara sekalian yang punya berkat lebih bisa membantu tikar untuk tidur bagi warga Desa Oesena,” harap Nelson.
Data yang dihimpun detikdata.com, tercatat 239 rumah berada dalam lokasi yang warganya dievakuasi dan perlu di relokasi ke tempat yang lebih aman. (DD/YW)






