Tingkatkan Budaya Riset, SMA Santo Paulus Weliman Gandeng Pakar BRIN Gelar Pelatihan Karya Ilmiah

DETIKDATA.COM, MALAKA – SMA Santo Paulus Weliman memperkuat komitmennya dalam pengembangan literasi dan riset di lingkungan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang menghadirkan pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid melalui tatap muka di sekolah dan daring via Zoom ini menghadirkan dua narasumber utama. Sesi pertama diisi oleh Prof. Dr. R. Haryo Bimo Setiarto, S.Si., M.Si., yang memaparkan esensi penelitian. Ia menekankan bahwa karya ilmiah harus didasarkan pada ilmu yang benar, bersifat kritis, analitis, objektif, dan sistematis.

“Penelitian bukan sekadar teori, melainkan proses ilmiah yang runtut. Siswa harus memahami masalah dengan jelas dan menyelesaikannya dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Prof. Haryo.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Lutfi Anshory, S.Si., M.Si., yang mengupas tuntas teknik menulis artikel ilmiah. Ia memberikan tips praktis mulai dari menyusun judul yang ringkas (5–14 kata), membuat abstrak yang padat, hingga membangun state of the art untuk menunjukkan kebaruan (novelty) sebuah penelitian demi menghindari plagiarisme.

Antusiasme siswa terlihat pada sesi diskusi. Para peserta aktif bertanya mengenai strategi menentukan topik penelitian di wilayah perbatasan yang minim sarana, hingga kiat agar karya mereka dapat menembus jurnal terakreditasi SINTA.

Kepala SMA Santo Paulus Weliman, Stefanus Remigius Bere, S.Pd., Gr., menyatakan rasa bangganya atas terselenggaranya workshop ini. Menurutnya, kemampuan menulis ilmiah adalah bekal krusial bagi siswa sebelum melangkah ke perguruan tinggi.

“Karya ilmiah adalah wujud kepedulian terhadap masalah di sekitar. Ini sarana untuk melatih siswa berpikir kritis, sistematis, dan jujur secara akademis,” tegas Stefanus dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Maria Gaudensiana Bria, S.Ag., menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membangun fondasi riset agar siswa siap berkompetisi di berbagai lomba karya tulis tingkat nasional.

Pengalaman berkesan pun dirasakan oleh peserta. Primus Alezandro Nahak, salah satu siswa, mengaku awalnya merasa materi KTI cukup berat. “Namun setelah dijelaskan bertahap, saya jadi lebih paham struktur KTI. Ini meningkatkan kepercayaan diri saya untuk mulai menulis mandiri,” ungkap siswa yang akrab disapa Sandro ini.

Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah berencana mengadakan kegiatan pendampingan intensif. Maria berharap ke depan, karya-karya siswa dan guru SMA Santo Paulus Weliman dapat direviu langsung oleh narasumber dan dipublikasikan di jurnal ber-ISSN, sebuah langkah yang juga disambut baik oleh para pakar dari BRIN tersebut.

Penulis: Patris BriaEditor: SN