DETIKDATA.COM, KUPANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi memulai kegiatan Pendampingan Seleksi UTBK, TNI-Polri, dan Sekolah Kedinasan (Quick Wins) Tahun 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi di Aula SMK Negeri 2 Kota Kupang, Kamis (12/3/2026).
Program ini dirancang khusus untuk memperkuat kesiapan akademik, mental, hingga pemahaman administratif siswa SMA/SMK di NTT. Tujuannya adalah agar para lulusan memiliki strategi yang matang dalam menghadapi persaingan ketat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), institusi TNI-Polri, maupun berbagai sekolah kedinasan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan sebuah sekolah bukan sekadar nilai akademik, melainkan “berfungsinya” lulusan di tengah masyarakat.
“Kualitas sekolah itu diukur dari berfungsinya output. Ketika siswa memegang ijazah, dia mampu mengikuti tes perguruan tinggi, seleksi sekolah kedinasan, atau TNI-Polri. Itulah tanda nyata bahwa pendidikan di sekolah tersebut berhasil,” ujar Ambrosius dalam arahannya.
Ia juga menekankan bagi siswa yang tidak melanjutkan studi formal, kemandirian melalui keterampilan wirausaha menjadi kunci. Menurutnya, sekolah harus menjadi jembatan yang mendekatkan murid dengan masa depannya.
“Sekolah bukan untuk sekolah, tapi untuk hidup. Tugas sekolah adalah membantu murid mengenal diri dan merumuskan masa depan mereka,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ambrosius menyoroti pentingnya sinergi antara guru dan orang tua. Ia mengibaratkan kolaborasi keduanya sebagai pembuka tirai masa depan bagi anak didik. Guru dan orang tua harus berjalan beriringan agar siswa mampu melihat peluang dan potensi mereka secara jelas.
Secara teknis, pendampingan ini dilaksanakan dengan sistem hibrida. Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari 25 siswa dan 25 guru pendamping dari wilayah Kota serta Kabupaten Kupang hadir secara luring. Sementara itu, 131 siswa kelas XII dari 22 kabupaten/kota di seluruh NTT mengikuti kegiatan secara daring.






