WARTA  

Gubernur NTT Janjikan NTT Mart Tampung Produk Petani Binaan Cirma

DETIKDATA.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya hilirisasi produk pertanian untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi petani di tengah ancaman perubahan iklim. Hal itu disampaikan saat membuka Workshop Konsolidasi dan Kolaborasi Aksi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim dan Ketahanan Petani Kecil di Timor Barat, Jumat 10/4/2026 di Hotel Harper Kupang.

“Perubahan iklim saat ini adalah realitas yang kita hadapi bersama. Kondisi hari ini sangat berbeda dibandingkan tahun lalu. Para petani kita berada di garis depan menghadapi dampak perubahan iklim khususnya El Nino saat ini, sehingga diperlukan langkah mitigasi yang terencana,” ujar Gubernur Melki dalam sambutannya.

Pada acara tersebut sekaligus diluncurkan produk Virgin Coconut Oil (VCO) hasil kolaborasi petani dengan Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (Cirma). Gubernur mengapresiasi inovasi Cirma termasuk ecoenzim yang berdampak pada sektor pertanian dan kesehatan masyarakat.

Ia mendorong perubahan pola pikir petani dari “tanam–panen–jual” menjadi “tanam–panen–olah–kemas–jual” agar komoditas lokal punya nilai ekonomi lebih besar. “Produk seperti VCO yang diluncurkan hari ini harus menjadi contoh,” tegasnya.

Pemprov NTT, kata Gubernur, membuka akses pemasaran lewat NTT Mart yang sudah hadir di 22 kabupaten/kota. Selain itu, perbankan juga dilibatkan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) disertai pendampingan, manajemen keuangan, dan literasi keuangan bagi petani.

“Produk para petani yang didukung oleh Cirma akan difasilitasi dengan baik, NTT Mart siap memasarkan produk-produk lokal dari seluruh NTT,” tambahnya.

Direktur Cirma, John Mangu Ladjar, menjelaskan VCO menjadi fokus utama karena bernilai ekonomi dan berdampak nyata bagi masyarakat lokal. Sejak Desember 2025, VCO hasil kemitraan Cirma sudah dipasarkan hingga Jakarta.

Cirma juga mendorong praktik pertanian cerdas iklim yang minim bahan kimia untuk menjawab tuntutan pasar ekspor. Selain VCO, Cirma mengembangkan komoditas pinang dengan menanam sekitar 30 ribu anakan di Malaka dan Belu sebagai investasi ekonomi jangka panjang.

“Target kami adalah menjangkau 5.000 petani kecil melalui pendekatan peningkatan akses dan aset, serta memperluas wawasan petani menuju pertanian cerdas iklim,” kata John.

Dalam kegiatan itu, tujuh petani menerima penghargaan Local Champion atas upaya adaptasi perubahan iklim di enam titik wilayah Timor Barat. Masing-masing penerima juga mendapat tabungan senilai Rp1 juta dari Cirma.

Gubernur Melki menutup kegiatan dengan meninjau stan foto yang menampilkan kisah inspiratif petani. Ia lalu menuliskan pesan: “Teruslah bertani dengan spirit untuk diri sendiri dan sesama.”

Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus Cirma, 11 mitra Cirma, perwakilan Bapperida NTT, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT.

Editor: Bang Gusty