WARTA  

Dapur MBG Milik Dua Politisi Gerindra di TTU Ditutup, Diduga Terkait Masalah Limbah

DETIKDATA.COM, KEFAMENANU – Sejumlah dapur pengelolaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) diduga milik dua politisi Gerindra dikabarkan ditutup. Diduga hal itu terkait masalah higienitas dan pengelolaan limbah dapur yang belum sesuai standar kesehatan sebagaimana ditentukan Badan Gizi Nasional/BGN.

Informasi yang dihimpun tim media ini dari sumber sangat layak dipercaya pada Kamis, 16 April 2026 menyebut, sejumlah dapur yang ditutup yaitu dapur MBG Susulaku milik Ketua DPC Partai Gerindra TTU, Kristoforus Haki dan dua dapur MBG milik Sekretaris DPC Gerindra TTU yakni Fransiskus Sarmanto.

Penutupan tersebut dikabarkan mulai berlaku pada 14 April 2026 berdasarkan keputusan BGN, setelah ditemukan sejumlah permasalahan dalam operasional dapur. Salah satu faktor utama adalah tidak adanya sistem pengolahan limbah yang memadai.

Setiap dapur dilaporkan menghasilkan limbah cair hingga sekitar 10.000 liter per hari. Limbah tersebut tidak tertangani dengan baik, sehingga menyebabkan genangan air dan menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan sekitar.

Dua dapur milik Sarmento yang ditutup tersebut masing-masing berlokasi di bekas kantor Bawaslu Kefamenanu, yang mulai beroperasi sejak November 2025, serta di depan SMA Negeri 2 Kefamenanu yang beroperasi sejak Agustus 2025.

Kondisi limbah yang menggenang dan bau menyengat dari dapur tersebut telah dikeluhkan oleh masyarakat sekitar. Warga bahkan sempat menyampaikan protes karena dampak yang dirasakan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ketua DPC Gerindra TTU, Kristoforus Haki yang dikonfirmasi media ini pada Kamis (16/04), membenarkan informasi penutupan dapur MBG miliknya oleh BGN. Namun pihaknya mengklarifikasi, bahwa saat ini pihaknya sedang mengadakan item-item IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) untuk dipasang pada dapur MBG miliknya.

“Lagi pesan IPAL penyaringan utk segera pemasangan. Pemasangan IPAL standar ini akan menyaring semua limbah. Dan air yang keluar akan jernih dan tidak berbau lagi,” jelasnya.
Sementara Fransiskus Sarmento, hingga berita ini ditayang belum berhasil dikonfirmasi media ini.

Penulis: TimEditor: Bang Gusty