WARTA  

Dana Dipa Rp1,8 M Anggota Polres Flotim Diduga Ditilep Untuk Mobil Baru Istri Kapolres

Dok. Istimewa Detikdata

DETIKDATA.COM, LARANTUKA – Dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2025 di lingkup Polres Flores Timur (Flotim) sebesar Rp1,8 miliar diduga dipotong untuk pembelian satu unit mobil Toyota Innova Reborn, yang diduga kini dipakai istri Kapolres Flotim, AKBP Adhitya Octorio Putra.

Demikian disampaikan sejumlah sumber internal Polda NTT kepada tim media ini, Sabtu (12/4/2026).

“Dugaan kami, mobil Toyota Innova Reborn yang sementara digunakan istri Kapolres Flotim itu hasil dari uang pemotongan biaya operasional serta tunjangan para personel pengamanan Hari Raya Natal dan Paskah tahun 2025 sebesar Rp1,8 M,” ujar sumber tersebut.

Sumber itu juga menduga adanya tekanan dari Kapolres Flotim terhadap Bendahara Pengeluaran. AKBP Adhitya Octorio Putra diduga memberikan perintah langsung kepada bendahara untuk memangkas hak anggota.

“Ada dugaan perintah langsung Kapolres kepada bendahara. Informasi yang kami terima, terdapat bukti transaksi keuangan yang mengarah ke sana,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K.,M.Si. melalui Kabid Humas Polda NTT saat dikonfirmasi tim media ini Minggu, 12/06/2026, terkait aset kendaraan, Kabid Humas menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran awal, kendaraan yang disorot diperoleh melalui mekanisme pembiayaan pribadi yang sah.

“Kendaraan yang menjadi sorotan tersebut diperoleh melalui mekanisme pembiayaan pribadi secara kredit atau cicilan. Hal ini sekaligus meluruskan spekulasi mengenai asal-usul perolehan kendaraan tersebut,” tegasnya dalam keterangan tertulis.

Soal isu pengelolaan anggaran, Polda NTT menyatakan telah menurunkan tim untuk melakukan pendalaman dan verifikasi administratif di Polres Flotim.

“Pimpinan Polda NTT merespons informasi tersebut dengan mengedepankan prinsip transparansi. Tim sedang melakukan verifikasi untuk memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai prosedur,” tambahnya.

Ia menyampaikan Polda NTT juga menjamin dinamika internal ini tidak mengganggu hak-hak anggota. Dukungan operasional, khususnya bagi personel pengamanan hari raya, disebut tetap menjadi prioritas.

Polda NTT meminta masyarakat dan semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Asas praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi sembari menunggu hasil pengecekan resmi. “Saat ini fokus utama kami adalah memastikan situasi Kamtibmas di Flores Timur tetap kondusif pasca-perayaan hari besar keagamaan. Kami mengimbau semua pihak menunggu hasil pengecekan resmi,” tutup Kabid Humas.

Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya mengonfirmasi langsung AKBP Adhitya Octorio Putra terkait dugaan tersebut.

Penulis: Bang Gusty Editor: Bang Gusty