DETIKDATA.COM, KUPANG – Masalah sampah plastik di Kota Kupang mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi X DPR RI, Stevano Rizki Adranacus. Melalui kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), legislator muda tersebut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pemanfaatan limbah plastik yang berfokus pada solusi ekonomi kreatif bagi masyarakat.
Terobosan ini menuai apresiasi tinggi dari Ketua Yayasan Kasih Nusa Timor, Ary Kono. Menurutnya, langkah yang diambil Stevano merupakan aksi nyata yang menjembatani kebutuhan masyarakat lokal dengan teknologi nasional yang teruji.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Bapak Stevano Rizki Adranacus. Beliau tidak hanya bicara soal masalah, tapi menghadirkan solusi berbasis teknologi langsung ke tengah masyarakat,” ujar Ary Kono kepada media pada Selasa (24/02/2026).
Ary menilai kehadiran BRIN dalam kegiatan ini menjadi jaminan bahwa metode yang diajarkan bukan sekadar teori, melainkan teknologi efektif yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ia menekankan bahwa pendekatan ekonomi sirkular (circular economy) adalah kunci untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap sampah.
“Limbah plastik di Kota Kupang tidak lagi dipandang sebagai musuh lingkungan, melainkan bahan baku kreatif. Jika dikelola dengan inovasi dan pendampingan yang tepat, limbah bisa diubah menjadi berkat,” tegasnya.
Fokus pada pengelolaan plastik dianggap sangat strategis mengingat sifat materialnya yang sulit terurai namun memiliki potensi pasar yang besar. Ary melihat program ini sebagai peluang emas bagi pemberdayaan ekonomi anak muda dan komunitas di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagai bentuk dukungan, Yayasan Kasih Nusa Timor berkomitmen untuk terus memperluas edukasi, baik secara tatap muka maupun melalui media sosial, guna membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.
“Inisiatif ini membuktikan bahwa kolaborasi pusat dan daerah yang berbasis riset mampu menghadirkan perubahan nyata bagi ekosistem lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat,” tutup Ary.






