Kasus Persetubuhan Anak di Taman Fronteira Belu, Bermula dari Pesan Facebook

“Berselang lima menit kemudian tersangka Okto beralasan untuk pergi membeli rokok. Namun sebelum pergi, tersangka berkata menggunakan bahasa tetun yang tidak di mengerti oleh korban “Emi halo ba, hau lale“ yang artinya Kalian buat saja, saya tidak,” ujar Djafar.

Djafar mengungkapkan, dari kode berbahasa tetun yang dilontarkan tersangka okto,ketiga tersangka lainnya yang merupakan teman dekat tersangka Okto, langsung melancarkan aksi persetubuhannya secara bergantian.