Ini Pencapaian P4GN Oleh BNN Belu

DETIKDATA, ATAMBUA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belu menggelar Jumpa Pers terkait Pencapaian Pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahun 2020, di Aula BNNK Belu. Selasa, ( 29/12).

Narasumber kegitan, Kepala BNN Belu, Moh Rizal, S.Sos; Koordinator Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat, Gregorius Kali Bau; Koordinator Rehabilitasi, Victor Fahik.

Kepala BNN Belu, Moh Rizal, S.Sos menyampaikan kejahatan Narkotika merupakan kejahatan yang merusak generasi sehingga menjadi perhatian seluruh negara. Didalam situasi pandemi Covid- 19 tidak mereduksi upaya- upaya dari para bandar maupun kurir untuk melakukan peredaran menggunakan modus – modus baru.

Dikatakan Moh Rizal, sesuai Prevelensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia terjadi fluktuatif, penurunan angka prevelensi penyalahgunaan narkoba 2,4 persen di tahun 2015 sementara di tahun 2019 menjadi 1,8 persen dengan demikian terjadi penurunan angka prevelensi.

Dijelaskannya pelaksanaan P4GN di Kabupaten Belu khusus dibidang Pemberantasan, BNNK Belu telah melakukan upaya-upaya strategis dalam mengungkap peredaran gelap narkoba dengan membangun sinergitas dengan pihak terkait. Untuk tahun 2020 kegiatan yg dilaksanakan adalah terkait titik rawan tertentu di wilayah Kabupaten Belu terutama di pintu Perbatasan RI- RDTL. Dari upaya- upaya yang sudah dilakukan pada tanggal 20 April 2020 diketahui adanya pengiriman paket melalui kendaraan bermotor yang berisi 5 gram Tembako Gorila.

Sementara itu, Koordinator P2M, Gregorius Kali Bau mengatakan kegiatan sepanjang tahun 2020 untuk advokasi targetnya dua lembaga yang sudah di advokasi yakni Kesbangpol dan Bawaslu dengan harapan dua lembaga ini bisa melakukan sosialisasi P4GN, yang kedua diseminasi informasi yang dilakukan yaitu tatap muka dengan masyarakat, OPD dan anak- anak sekolah, dan yang ketiga peran serta masyarakat terdapat empat pemberdayaan dan delapan instansi yang sudah dianggap mandiri dengan jenis kegiatan yang dilaksanakn berupa sosialisasi dan pengadaan media kampanye. Selain itu BNNK juga punya program prioritas yaitu Desa Bersinar Desa Silawan sebagai Desa perbatasan RI- RDTL.

Lebih lanjut, Koordinator Rahabilitasi, Victor Fahik menjelaskan kegiatan yang sudah dilaksanakan yaitu layanan rawat jalan untuk Belu sesuai target 10 namun yang di laporkan 2 kasus oleh keluarga secara sukarela untuk direhabilitasi. Lembaga yang mampu melakukan rehabilitasi berbasis masyarakat yaitu Rumah Sakit Marianum Halilulik sedangkan untuk rehabilitasi instansi Pemerintah Puskesmeas Umanen dan Puskesmas Kota.

Diungkapkan Victor dua orang yang di laporkan ini, tidak diproses secara hukum, BNN Belu melakukan konseling, sehingga diharapkan orang-orang di sekitar bisa melaporkan secara sukarela.

Victor menambahkan pula bahwa sudah dibentuk tim rehabilitasi berbasis masyarakat yang tersebar di Desa Silawan, Kelurahan Manumutin, Kelurahan Berdao, Kelurahan Umanen, yang bertugas melakukan edukasi kepada masyarakat.

Data Klien yang di rehabilitasi selama 3 terkakhir pada tahun 2018 ada 3 klien, tahun 2019 meningkat 8 klien, dan Tahun 2020 terdapat 2 klien. (DD/A).