Cegah Kekerasan Seksual yang Makin Marak di Ende, Dua Wanita Ini Berinisiatif Beri Psikoedukasi

DETIKDATA, ENDE – Dua wanita muda menggagas dan menyelenggarakan kegiatan Psikoedukasi di SD Inpres Lokoboko, Kabupaten Ende. Sabtu (30/11/21).

Dua wanita tersebut yaitu Andini Fransiska Dhapa Saka, M.Psi sebagai ilmuwan psikologi dan Yunita Victoria Natal, S.Psi sebagai psikolog. Psikoedukasi tersebut bekerja sama dengan SD Inpres Lokoboko dan difasilitasi oleh Kelurahan Lokoboko.

Psikoedukasi adalah sebuah proses pemberian pemahaman atau pendidikan psikologis pada individu atau kelompok.

Kegiatan Psikoedukasi tentang pelecehan seksual sebagai upaya preventif terhadap kekerasan seksual yang semakin marak di Kota Ende.

Ilmuan psikologi, Andini Fransiska Dhapa Saka, M.Psi kepada detikdata.com menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggungjawab morilnya yang memiliki basic pengetahuan psikologi.

“Terimakasih kepada Kelurahan Lokoboko dan SD Inpres Lokoboko yang telah memfasilitasi pelaksanaan psikoedukasi. Atas kehadiran dan keterlibatan dari para sahabat kenalan dan sesama di sekitar beserta dengan segala aneka dukungan ide dan gagasan untuk misi kemanusiaan ini. Kami ucapkan terimakasih,” ucap Andini.

Lanjut Andini, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan keprihatinan.

“Kegiatan psikoedukasi ini dilaksanakan berdasarkan keprihatinan kami dalam melihat fenomena sosial khususnya terkait dengan pelecehan seksual yang semakin marak dan rata – rata korbannya adalah anak-anak. Berdasarkan data dari dinas sosial Kabupaten Ende jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Ende per 10 Oktober 2020 mencapai 25 kasus. Rinciannya 17 kasus terhadap laki-laki, 8 kasus terhadap perempuan. Didominasi oleh kekerasan seksual terbanyak yakni 12 kasus, disusul kekerasan fisik 10 kasus dan penelantaran 3 kasus,” jelasnya.

Tambah Andini, kegiatan ini diharapkan menjadi upaya preventif.

Sekretaris Lurah Lokoboko, nama Kornelis Duna Kepala SD Inpres Lokoboko, Teresia Sengu bersama Andini dan Yuni (Foto: DD)

“Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah Kabupaten Ende ini menjadi suatu keprihatinan. Persoalan serius ini membutuhkan peran serta orang tua dan keluarga dalam mengontrol anak, baik perempuan maupun laki-laki, agar terhindar dari segala bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi di dalam keluarga atau di mana saja anak-anak berada. Sehingga Edukasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi upaya preventif yang dapat dilakukan. Minimal anak – anak punya pemahaman tentang apa saja yang harus mereka lakukan ketika mereka berada pada situasi dimana mereka rentan untuk menjadi korban pelecehan seksual,” harap Andini.

“Semoga psikoedukasi seperti ini juga dapat dilakukan di tempat lain,” pungkasnya.

Kegiatan melibatkan 63 peserta dan dibagi kedalam 2 sessi. (DD/YW)