Wujudkan Pemerataan Ekonomi, Gubernur Melki Laka Lena Resmikan NTT Mart di Lembata

DETIKDATA.COM, LEMBATA – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi meluncurkan NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Lembata, Kamis (5/2/2026) pagi. Kehadiran gerai ini diproyeksikan sebagai instrumen strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya terpusat pada segelintir pihak. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerataan ekonomi dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sosial dan politik.

“NTT Mart menjadi instrumen strategis untuk mendorong masyarakat agar terus berproduksi sekaligus memperoleh akses pemasaran yang berkelanjutan. Kita ingin perputaran ekonomi benar-benar terjadi di daerah,” ujar Melki.

Gubernur menjelaskan bahwa NTT Mart berdiri di atas tiga pilar utama yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat:

One Village One Product (OVOP): Mendorong setiap desa menghasilkan minimal satu produk unggulan dengan pendampingan Dinas PMD.

One School One Product (OSOP): Melibatkan dunia pendidikan untuk menghasilkan karya kreatif, termasuk buku.

One Community One Product (OCOP): Program terbuka bagi komunitas nelayan hingga organisasi mahasiswa untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Melki menargetkan komposisi produk di NTT Mart Lembata terdiri dari 80 persen produk lokal Lembata dan 20 persen dari daerah lain di NTT. Ia menekankan seluruh produk wajib memenuhi standar kesehatan dan mutu yang ditetapkan Pemerintah Provinsi.

Untuk memperkuat UMKM, Gubernur menekankan rumus Modal, Pendampingan, dan Pasar. Selain akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), pelaku usaha akan didampingi dalam hal kualitas produksi, pengemasan, hingga literasi keuangan.

“Dari sisi pasar, NTT Mart adalah instrumen utama. Kami berharap ASN memulai dengan membeli produk lokal agar neraca perdagangan daerah membaik. NTT harus menjadi provinsi yang produktif, bukan hanya konsumtif,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyambut baik kehadiran NTT Mart. Menurutnya, wadah ini memberikan ruang yang lebih layak bagi pelaku usaha lokal, seperti pengrajin pangan lokal jagung titi yang sebelumnya hanya berjualan di pinggir jalan.

Di sela acara, suasana sempat berubah khidmat saat Gubernur Melki mengajak hadirin melakukan doa bersama atas wafatnya seorang anak berusia 10 tahun di Desa Jerebu’u, Kabupaten Ngada. Melki menyebut peristiwa tersebut sebagai “alarm keras” atas kegagalan kolektif dalam mendeteksi persoalan sosial secara dini.

“Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih memperhatikan sesama dan bersama-sama menjaga anak-anak NTT agar kejadian serupa tidak terulang,” ucapnya dengan nada empati.

Acara diakhiri dengan pengguntingan pita dan peninjauan gerai oleh Gubernur dan Bupati. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan simbolis Kredit Mikro Kecil POPELA Bank NTT kepada pelaku usaha serta penandatanganan kerja sama antara Dinas Perindag Provinsi NTT dan Dekranasda Lembata.

Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan DPRD Lembata, unsur Forkopimda, pimpinan perbankan, akademisi, tokoh agama, serta para pelaku UMKM setempat.