Tewasnya Karyawan Hotel Sylvia Kupang Dinilai Janggal, PH Minta Polisi Lakukan Penyelidikan & Penyidikan

Penasihat Hukum, Jimmy S.N Daud,SH.,MH dan Dedy S. Jahapay,SH (I-DD)

Lanjut Dedy, setelah mendengar berita tersebut adik korban, Margarita Agalakari langsung menuju ke Hotel untuk melihat jenazah Yahuda Agalakari, namun setiba di Hotel Sylvia, jenazah Yahuda Agalakari telah di masukan kedalam bagasi mobil, dan ketika Margarita Agalakari hendak melihat jenazah dilarang oleh pihak hotel dengan alasan di bawa ke rumah sakit untuk di visum.

“Bahwa pihak manejemen hotel dalam hal ini sebagaimana keterangan keluarga korban yang pada saat itu ada di Rumah sakit setelah mengetahui korban meninggal dunia tidak melakukan upaya untuk melaporkan kepada aparat berwajib tapi menyuruh keluarga korban yang melaporkan, hal ini agar bisa di lakukan visum karena atas permintaan pihak rumah sakit,” papar Dedy.

Lebih lanjut Dedy menerangkan, korban dibawa ke rumah duka untuk di semayamkan untuk selanjutnya di kirim untuk di makamkan di kampung halamannya Mataru, Alor. Namun setelah jenazahnya tiba di Alor, pihak keluarga kemudian melihat jenazah dan temukan adanya tanda tanda kekerasan yakni di sekitar wajahnya terdapat berkas darah dan juga ada semacam cakaran pada wajah dan bibir terdapat lebam yang diduga akibat dari benturan dan di posisi kepala bagian belakang lembek seperti mendapat pukulan.