DETIKDATA, WAINGAPU – Puncak Badai Siklon Tropis Seroja yang terjadi (05/04) lalu mengakibatkan kerusakan pada bantalan kanan serta menghanyutkan Jembatan Penyebrangan dari Bendungan Kambaniru yang terletak di Kelurahan Maulumbi Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, NTT.
Hal ini disampaikan Lurah Maulumbi, Dominggus Awang kepada detikdata.com. Senin (19/04/21).
“Kerusakan pada bantalan kanan serta hanyutnya jembatan menyebabkan air tidak mengalir ke selokan menuju lahan pertanian masyarakat di Desa Lambanapu,” kata Dominggus.
Dominggus menyampaikan bahwa bendungan ini menjadi pusat aliran air ke lahan pertanian milik warga.
“Untuk saat ini setelah kejadian bencana banjir tidak bisa berfungsi sama sekali, karena air ini sudah berpindah tempat. Bendungan ini mengaliri 5.000 ha sawah. Dengan tidak berfungsinya bendungan ini berdampak pada 5.000 ha persawahan milik warga di Kelurahan Maulumbi dan Lambanapu, yang harusnya menanam padi maka terpaksa harus menanam jagung. Kerusakan bandungan ini berdampak pada perekonomian untuk jangka panjang,” ungkap Dominggus.
Dominggus berharap Bendungan Kambaniru segera diperbaiki.
“Harapan kami Bendungan Kambaniru ini dapat segera di perbaiki secepatnya oleh Pemerintah Sumba Timur, Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemerintah Pusat,” harap Dominggus.
Pantauan detikdata.com, banjir tak hanya merusakkan Bendungan Kambaniru, juga memberikan dampak bagi warga Desa Kiritana. Banjir menyebabkan hanyutnya beberapa rumah warga dan meluluhlantakkan lahan pertanian tempat warga mengais rezeki.
Kaur Desa Kiritana, Titus Karihi Ndima mengatakan bencana menyebabkan warga kehilangan mata pencaharian.
“Bencana banjir yang melanda ke Desa kami merupakan musibah yang membawa dampak pada perekonomian masyarakat dimana pertanian merupakan mata pencaharian dari warga Desa Kiritana. Hasil dari pertanian untuk kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan anak. Desa Kiritana khusunya di bidang pertanian merupakan sumber penghasilan paling utama dan penyuplai sayur-sayuran terbesar di Kabupaten Sumba Timur terlebih khusus untuk Kota Waingapu,” jelas Titus.
Titus berharap, irigasi segera diperbaiki.
“Bencana yang melanda menyebabkan harapan masyarakat pupus, lahan yang mereka garap sudah tertimbun pasir yang di bawa banjir. Rusaknya lahan menyebabkan hidup masyarakat sangat sulit. Harapannya irigasi segera di perbaiki sehingga lahan-lahan dapat di garap kembali agar dapat menyuplai kembali sayur-sayuran,” pungkas Titus. (DD/RR)






