DETIKDATA, ENDE – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende Periode 2020/2021 menggelar pelatihan kewirausahaan, di Margasiswa Jalan Wirajaya Nomor 01, Kota Ende, NTT. Sabtu (27/02/21).
Kegiatan yang dikemas dalam Coffee Night itu mengusung tema Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Muda Kreatif dan Inovatif di Tengah Covid-19. Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda dari Presidium Pengembangan Organisasi berdasarkan hasil Rekomendasi RUAC periode 2019/2020.
Presidium Pengembangan Organisasi (PPO), Amandus Abu mengungkap tiga tujuan kegiatan.
“Tiga tujuan yang akan di capai dari kegiatan ini diantaranya, pertama pembekalan pengetahuan kader, kedua kader berkualitas, kreatif dan inovatif dalam berwirausaha dan ketiga membangun jejaring bisnis. Sehingga ketiga bekal itu sudah bisa menjadi acuan bagi rekan – rekan PMKRI pasca ber-PMKRI. Kedepannya tinggal di kembangkan,” papar Abu.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Ende, Oktavianus Erikson Rome mengatakan, kegiatan pelatihan wirausaha ini merupakan salah satu solusi agar kader mempunyai kreativitas serta inovasi dalam dunia usaha.
”Di tengah pandemi Covid-19 harus ada terobosan baru yang mesti dilakukan oleh kader PMKRI, selain sumbangsih pemikiran dalam mengkritisi kebijakan kebijakan Pemerintah yang tidak pro-rakyat. Pelatihan ini merupakan terobosan untuk mendorong kader memiliki jiwa enterpreneur,” pesan Erikson sebelum membuka kegiatan.
Erikson berharap pelatihan ini mampu membuka cara berpikir kader, agar saat berhadapan dengan dunia praktis.
”Usai kegiatan pelatihan ini, bisa membuka mindset berpikir kita agar tidak kakuh serta mampu menjadi enterpreneur muda yang siap bersaing didunia wirausaha,” pungkasnya.
Narasumber Pelatihan, Drs. Elias Beda, M.Pd, mengatakan bahwa dunia entrpreneur merupakan pilihan masa depan yang baik dan tepat.
“Seorang pengusaha muda mesti aktif dalam memperjuangkan usahanya serta belajar dan berdiskusi dengan pengusaha yang mapan. Menjadi entrepreneuer muda dan pemula, harus melakukan riset pasar untuk mengetahui keinginan konsumen terhadap sebuah produk,“ tutup Dosen Pendidikan Ekonomi Universitas Flores tersebut. (DD/RLM/PB)






