“Menyangkut BLT awalnya 2020 itu kita akomodir semua karena syarat utamanya kehilangan pekerjaan akibat Covid-19 sehingga ada yang belum berkat nikah juga kita akomodir, ada yang tinggal nunut (dua KK dalam satu rumah Red) juga kita akomodir selain pensiunan PNS, tenaga kontrak, Penerima PKH dan sembako. Oleh karena itu dana desa yang yang keluar untuk BLT itu mendekati 800 juta karena penerima BLT 278 penerima,” jelas Sipri di Rumah pribadinya. Minggu (20/11)
Lebih lanjut, Siprianus menjelaskan terkait pembagian BLT pada tahun 2021 dan 2022






