Menenun Rindu Bersama Turunnya Air Hujan Oleh Simon Nuban

Aku berdiri dibalik jendela kamar ini dan menatap ke luar, kabut yang menutupi keramaian kota karena derasnya air hujan yang turun.

Hati berbisik rindu.

Iya,rindu akan masa lalu yang penuh cerita seakan tinggal di kenang,mengalir bagaikan air hujan.

Iya,rindu akan masa depan yang masih rahasia bagaikan musim panas berganti musim hujan.

Iya,terlebih rindu akan Sang Pencipta yang telah membuat karya indah bagi bumi ini.
Rindu ini seakan menyatu dengan rintik-rintik air hujan yang turun dan membuat irama serta dedaunan yang di tiup angin.
Melantunkan syukur pada sang pemberi dan pemilik kehidupan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan