DETIKDATA, MBAI – Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Flores (Uniflor) menggelar aksi sosialisasi dan demonstrasi pembibitan tanaman serta pengolahan limbah air cucian rumah tangga menjadi air siap pakai non konsumsi dan ekoenzim di Desa Mulakoli, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Kamis (07/08/25).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 hingga 12.00 WITA tersebut dihadiri oleh warga lokal, ibu-ibu Dasawisma, serta beberapa aparat desa. Para peserta KKN tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik pembibitan bawang merah menggunakan media bambu, serta bibit sayuran lain seperti sawi dan kangkung. Selain itu, ditunjukkan pula cara membuat ekoenzim dan mengolah limbah air cucian menjadi air siap pakai non konsumsi.
Pengolahan limbah air ini menjadi sangat relevan, mengingat Desa Mulakoli kerap mengalami kesulitan air bersih, terutama di musim kemarau. Dengan adanya teknik pemanfaatan air bekas cucian untuk keperluan non konsumsi, diharapkan dapat menjadi solusi sederhana yang bisa diterapkan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, meski tidak berasal dari program studi agroteknologi atau pertanian, para peserta KKN mampu menyampaikan materi secara aplikatif berdasarkan pengalaman pribadi. Di antaranya, Ocin dari Prodi Sastra Inggris dan Etto dari Prodi Akuntansi mendemonstrasikan pembibitan tanaman, sementara Arjuan dan Tedy dari Prodi Manajemen bersama Sandy dari Prodi Teknik Sipil mengolah limbah air cucian. Selvi dari Prodi Sastra Inggris turut memperkenalkan proses pembuatan ekoenzim.
Salah seorang peserta KKN, Novi Djina yang berperan sebagai pemandu kegiatan menyampaikan bahwa seluruh peserta KKN di Desa Mulakoli telah mempersiapkan materi dan praktik ini secara matang, sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat desa.
Respon positif pun datang dari warga, Ketua Dasawisma RT 09, Geno mengungkapkan bahwa baru kali ini ia mendapat edukasi tentang pengolahan air limbah cucian menjadi air non konsumsi.

“Seumur hidup saya, baru sekarang saya tahu cara ini. Sangat berguna,” ujarnya dengan antusias.
Hal senada disampaikan oleh Maxi, Kaur Perencanaan Kantor Desa Mulakoli. Ia menyatakan apresiasi tinggi terhadap program yang digagas peserta KKN.
“Kegiatan ini sangat membantu ibu-ibu Dasawisma. Selain menambah pengetahuan, juga tidak dipungut biaya,” ungkapnya.
Sebagai bentuk sinergi dengan program desa, peserta KKN turut terlibat dalam proses pembagian bibit sayur kepada ibu-ibu Dasawisma, yang merupakan bagian dari kegiatan resmi pemerintah desa. (DD/INA)






