Kapal Hancur Akibat Badai, Nelayan Pasir Panjang Pasrah, Pemerintah Dimintai Tolong!

DETIKDATA, KUPANG – Akibat diterjang gelombang saat badai Siklon Tropis Seroja yang melanda NTT seluruh nelayan di pantai Pasir Panjang Kota Kupang kehilangan mata pencaharian.

Hal ini disampaikan salah seorang Nelayan, Omri Djo Lelang yang ditemui detikdata.com di Pasar Ikan Felaleo, Kelurahan Pasir panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, NTT. Rabu(14/04/21)

“Sekarang semua nelayan di rumah tidak ada lagi yang melaut, padahal biasanya setiap jam semua nelayan (berada) di laut untuk mencari. Namun akibat bencana alam badai Tropis Seroja menimpah kapal kami rusak, dan tidak dapat dipakai lagi dan ada yang hanyut,” jelas Omri sambil berlinang air menatap puing – puing kapannya yang hancur.

Ditanya terkait aktivitas pasca badai, Omri menyampaikan bahwa tak ada aktivitas yang dilakukannya di laut.

Setelah kapal kami rusak, ya.. kita di rumah saja, tapi rumah juga hancur diterjang badai,” ujar Omri

Omri berharap pemerintah segera memberikan bantuan kepada nelayan terdampak di seluruh Kota Kupang.

“Jadi kita berharap pemerintah berikan bantuan agar kami bisa pake untuk sambung hidup, cari nafkah. Kami minta supaya kami punya perahu yang rusak akibat badai bisa diganti dengan yang baru supaya kami bisa kerja lagi. Kalau tidak, kami mau mencari ikan di laut pakai apa?” harap Omri.

Hal senada juga diungkap nelayan lainnya, Kornelis Dawa bahwa badai telah menyebabkan kehilangan mata pencaharian.

Kami sehari – hari melaut, cari nafkah. Pasca bencana ini hidup sangat susa, kapal saya rusak parah, ini besong (kalian) lihat sendiri,” ungkap Kornelis sambil menunjuk ke arah puing kapal yang patah dan beberapa bagiannya patah.

Terkait kapal yang hilang, Kornelis menjelaskan bahwa telah berusaha mencari namun keterbatasan fasilitas pencarian.

Nelayan terdampak bencana Badai Siklon Tropis Seroja yang tak bisa beraktivitas akibat kapal hancur (Foto: DD)

“Kapal kami yang hilang, kami su (sudah) berusaha mencari tapi kami tidak ada kapal yang bisa dipakai untuk bantu cari, karena semua kapal rusak, mau bagaimana lai (lagi),” jelas Kornelis.

Kornelis mengaku pasrah dan berharap adanya bantuan pemerintah.

“Kita harap kapal kita yang hancur ini dapat diganti dengan yang baru supaya kami bisa cari nafkah kembali. Sekarang kalau pemerintah tidak cepat bantu kita, ya.. kita tunggu saja kapan kita lewat (mati) sudah,” pungkas Kornelis yang terlihat pasrah.

Pantauan detikdata.com, banyak bangkai kapal yang hancur di pantai Pasir Panjang, semua nelayan pasir panjang terdampak dalam bencana badai Siklon Tropis Seroja. Kapal yang hancur dan hilang khusus untuk ukuran 3 GT – 10 GT berjumlah 18 buah. Jumlah ini belum terhitung dengan kapal dibawa ukuran 3 GT yang jumlahnya lebih dari 30 buah. Wartawan Detikdata.com juga menemui beberapa kelompok nelayan dengan keluhan dan harapan yang sama. (DD/YW)