Quo Vadis Ormawa? ini Kata BEM FISIP dan BEM FEB UNDANA

DETIKDATA, KUPANG – Organisasi mahasiswa FISIP bersama Organisasi mahasiswa FEB Universitas Nusa Cendana berkolaborasi mengadakan kegiatan Mahasiswa Bicara (Mabar) secara virtual via Google Meet. Senin (18/01/2021).

Kegiatan dengan tema ”Quo Vadis Organisasi Kemahasiswaan Di Masa Pandemi” dimulai pukul 18.00 WITA menghadirkan dua orang pembicara yaitu, Inocensius Y. Ngongo selaku Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat BEM FISIP UNDANA dan Toni Wijaya selaku Ketua BEM FEB UUNDANA.

Mabar dibuka oleh ketua BLM FISIP, Naaman Bonlae dan ketua BLM FEB, Aldi Pello.

Inocensius Y. Ngongo menjelaskan bahwa dimasa pandemi ini, Ormawa sebagai representasi dan perwakilan harus terus beradaptasi untuk mempertahankan eksistensinya dan menjaga integritasnya.

Ormawa dalam pandemi ini mengalami banyak pembaharuan, bahwasannya organisasi ini sebagai representasi dan perwakilan tetap harus mempertahankan eksistensinya walaupun dalam keadaan situasi seperti ini. Untuk mempertahankan eksistensinya itu ormawa terus beradaptasi dan memilih keluar dari zona nyamannya dengan menjadi mitra pemerintah, agen social kemanusiaan, dan agen of control, sedangkan untuk menjaga integritasnya ormawa menjalankan tugas dan fungsinya melalui program berjalan, menampung aspirasi, pengkaderan, pengembangan minat dan bakat, serta memberi motivasi sehingga melahirkan pemuda/pemudi yang berkarakter dalam membangun nusa dan bangsa,” jelas Ino sapaan karibnya.

Pembicara kedua, Toni Wijaya yang memaparkan beberapa manfaat yang akan diperoleh jika bergabung dalam Ormawa namun terdapat manfaat utama yang akan diperoleh.

terdapat beberapa manfaat yang akan diperoleh oleh teman-teman yakni meningkatkan pengetahuan dan wawasan, memperluas relasi, belajar dalam mengatur waktu, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, mengasah kemampuan social, menjadi kuat dalam menghadapi tekanan, melatih jiwa kepemimpinan, dan ajang berlatih menuju ke dunia kerja. Namun ada manfaat utama atau inti ketika mengikuti ormawa. Teman-teman bukan hanya menjadi mahasiswa yang hanya datang ke kampus lalu mengikuti proses perkuliahan seperti saat ini, teman-teman bukan hanya sekedar itu. Jika teman-teman bergabung dalam ormawa teman-teman bisa bersama-sama membahas isu-isu terkemuka dan juga bisa tahu ide apa selanjutnya yang akan dilakukan,” papar Toni.

Kegiatan berakhir pukul 20.25 Wita yang melibatkan 90 peserta yang terdiri atas mahasiswa yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur. (DD/PL)