Pendaftar SPMB SMA Katholik Giovanni Kupang Lampaui Kuota, Verifikasi Diperketat

Dok. Istimewa

DETIKDATA.COM, KUPANG – Antusiasme masyarakat terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru SMA Katolik Giovanni Kupang untuk Tahun Ajaran 2026/2027 meningkat tajam. Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah pendaftar daring telah mendekati 400 orang, padahal kuota yang disediakan sekolah hanya 345 siswa untuk 10 rombongan belajar.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia SPMB SMAK Giovanni Kupang, Wilhelmina Goma, S.Si. saat ditemui di ruang kerja Kepala Sekolah, Kamis (14/5/2026).

“Target sekolah tahun ini menerima 345 siswa, namun laporan dari admin menunjukkan jumlah pendaftar online sudah mendekati 400 orang. Karena peminat sangat banyak, kami membuka beberapa sesi tambahan untuk verifikasi dan pelayanan administrasi,” ujar Wilhelmina.

Wilhelmina menambahkan, panitia awalnya menargetkan pelayanan verifikasi untuk 30 calon siswa per hari. Namun, realisasi di lapangan melonjak hingga hampir 60 orang per hari. Untuk menjaga kelancaran pelayanan, panitia menambah personel di bagian administrasi dan bendahara.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, RD. Drs. Stefanus Mau, menegaskan pendaftaran online saat ini resmi ditutup karena kuota sudah melampaui kapasitas. Saat ini, sekolah fokus melayani tahapan verifikasi data, wawancara calon siswa bersama orang tua, serta penyelesaian administrasi keuangan.

Menurut RD. Stefanus, tahapan wawancara menjadi instrumen krusial dalam SPMB di sekolahnya. Pihak sekolah tidak hanya bersandar pada nilai akademik, tetapi juga menggali karakter, motivasi, dan cita-cita calon siswa.

“Kami ingin memastikan anak-anak masuk ke sekolah ini atas keinginan sendiri, bukan karena paksaan orang tua. Jika anak bersekolah karena terpaksa, hal itu akan memicu persoalan dalam proses pendidikan ke depan,” tegas RD. Stefanus.

Ia menambahkan, SMAK Giovanni Kupang berkomitmen mengarahkan masa depan siswa sejak kelas X. Minat siswa terhadap profesi seperti kedokteran, arsitektur, sekolah kedinasan, hingga TNI/Polri dipetakan sejak dini. Bagi siswa yang berbakat di bidang non-akademik seperti olahraga, sekolah tetap memberikan pendampingan seimbang agar prestasi olahraga dan capaian akademik berjalan selaras.

Demi mewujudkan pendidikan inklusif, SMAK Giovanni Kupang menerapkan sistem subsidi silang dalam pembiayaan pendidikan. Kemampuan ekonomi orang tua dikategorikan ke dalam tiga kelompok.

“Orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi lebih akan membantu menopang siswa yang kurang mampu. Ini adalah wujud semangat kebersamaan,” jelasnya.

Selain subsidi silang, sekolah juga memberikan apresiasi bagi jalur prestasi. Potongan biaya pendidikan sebesar 10 persen, 15 persen, hingga 20 persen diberikan kepada siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik.

Penulis: Ino NaitioEditor: DD/Bang Gusty